Home / Headline / Pengedar Sabu dan 1000 Ekstasi Dibekuk Polda Sumsel

Pengedar Sabu dan 1000 Ekstasi Dibekuk Polda Sumsel

Tampak kempat tersangka dan barang bukti saat dihadirkan dalam gelar tersangka di Mapolda Sumsel. (Foto-foto/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel membekuk empat tersangka pengedar sabu dan 1000 ekstasi. Keempatnya ditangkap di lokasi berbeda.

Adapun keempat tersangka tersebut yakni; tersangka Marli Oganda alias Marli (20), warga Desa Karet Jaya Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan. Tersangka ditangkap pada tanggal 23 November 2017 pukul 17.00 WIB di Jalan Hamengkubuwono, tepat di pinggir jalan pangkal Jembatan Kuning Kelurahan Batu Belang Kecamatan Muara Duo Kabupaten OKU Selatan. Dari tangannya, Polisi mengamankan dua paket sabu sedang yang siap edar.

Kemudian di lokasi berbeda, polisi menangkap dua pengedar sabu. Keduanya yakni, tersangka Agus Mulyadi (42), warga Jalan Radial Rumah Susun Blok 38 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan IB I Palembang dan tersangka Saari (48), warga Jalan Pangeran Sidoing Lautan Lorong Bunga Tanjung Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB I Palembang.

Agus Mulyadi dan Saari ditangkap pada tanggal 17 November 2017 pukul 16.00 WIB, saat sedang membawa 4 paket sabu seberat 400 gram di Jalan Brigjen HM Dhani Efendi Kelurahan 24 Ilir Kecamatan IB II Palembang.

Selain itu, polisi juga meringkus tersangka Dedi Iskandar (30), warga Dusun II Kelurahan Talan Balai Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Tersangka ini ditangkap, Minggu 26 November 2017 pukul 22.00 WIB di Jalan Lintas Timur Kelurahan Talang Balai Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir.

Dari tangan tersangka Dedi Iskandar diamankan barang bukti, 1000 butir ekstasi warna kuning berlogo CK. Bukan hanya itu, saat dilakukan penggeledahan terhadap Dedi Iskandar, polisi juga mendapati satu pucuk senjata api rakitan.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti, Kamis (30/11/2017) tersangka Marli Oganda alias Marli mengatakan, dirinya nekat menjadi pengedar sabu karena butuh uang untuk memenuhi kebutahan hidup keluarganya.

“Sabu itu milik kawan aku bernama ‘DA’ (DPO). Saya mau membawa sabu itu untuk diedarkan, karena ‘DA’ nantinya akan mengupah saya. Tapi belum tahu berapa upahnya, sebab belum sempat terjual saya telah lebih dulu tertangkap polisi,” ungkapnya.

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Pemkot Palembang Diminta Tuntaskan Dugaan Pungli di Pasar Cinde

Pelmbang, KoranSN Ratusan pedagang Pasar Cinde mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (11/12/2017). Kedatangan ...

error: Content is protected !!