Home / Dari Desa ke Desa / Pengembangam Kim Jadi Perioritas Dana Desa 2020

Pengembangam Kim Jadi Perioritas Dana Desa 2020

Suasana pelaksanaan pembangunan desa tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. (foto-antaranews)

Pamekasan, KoranSN

Pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi salah satu perioritas dalam pelaksanaan pembangunan desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

“Sebab, dalam ketentuan itu, desa dituntut untuk menyampaikan berbagai jenis informasi dan program yang akan dilaksanakan kepada publik,” kata Kasi Media Komunikasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan Herlina di Pamekasan, Jumat (4/10/2019).

Herlin menjelaskan, keterbukaan informasi publik dalam hal penggunaan dana desa sebagaimana diatur dalam peraturan menteri itu, merupakan bagian dari 20 program perioritas penggunaan dana desa yang diatur dalam ketentuan ini.

Baca Juga :   Desa Dituntut Berinovasi

Bahkan, khusus informasi ini, permendes mengatur dalam dua poin dari 20 poin yang menjadi perioritas penggunaan dana desa, yakni tentang sistem informasi desa dan pengembangan keterbukaan informasi pembangunan desa.

“Dengan demikian, keberadaan KIM sebagai kelompok informasi yang berbasis komunitas sangat dibutuhkan di tingkat desa,” kata Herlina.

Ia menjelaskan, dua kementerian yakni Kementerian Desa dan Kementerian Informasi dan Komunikasi sudah membuat kesepakatan untuk saling membantu dalam pelaksanaan realisasi dana desa pada bidang komunikasi itu.

Bahkan, sambung dia pada kegiatan Jatim Kominfo Festival (JKF) 2019 yang digelar di Kabupaten Magetan, Kominfo dan Kemendes menyampaikan arahan dan sosialisasi secara bersama-bersama kepada pegiat KIM dari 38 kabupaten/kota Se-Jawa Timur.

Baca Juga :   FK2D Gelar Rapat Koordinasi

Hanya saja, kata Herlina, kesepakatan kedua kementerian terkait penggunaan dana desa untuk bidang komunikasi dan informasi publik tersebut, perlu ditindaklanjuti di tingkat kabupaten, kecamatan hingga di tingkat desa, agar program baik dalam rangka pendidikan melek informasi dan terbentuknya iklim keterbukaan informasi publik tersebut bisa berjalan baik, sesuai harapan.

Tuntutan penyebaran informasi di era ini, menurut Herlina bukan hanya sistem informasi tradisional saja, akan tetapi juga harus melalui sistem digital dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

“Tentu saja, kemampuan untuk melakukan diseminasi dan desain informasi menarik dan dibutuhkan merupakan tantangan, baik dari Kominfo Pemkab, Pamekasan maupun dari KIM itu sendiri,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kebersamaan Warga Antarkan Kemajuan Desa Banding Agung OKU Selatan

TATANAN masyarakat yang sangat menghargai hubungan kebersamaan dan kekeluargaan merupakan cermin kearifan lokal. Hal inilah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.