Pengembangan Kasus OTT Bupati Muara Enim, KPK Periksa Mantan Anggota DPRD di Polda Sumsel

Suasana Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel tempat pemeriksaan dilakukan oleh penyidik KPK. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (4/8/2020) memeriksa mantan anggota DPRD Muara Enim untuk menjadi saksi Ketua DPRD Muara Enim non aktif ‘AHB’ yang merupakan tersangka dalam kasus OTT suap proyek Bupati Muara Enim. Demikian dikatakan Jubir KPK, Ali Fikri.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan di salah satu ruangan pemeriksaan di Polda Sumsel.

“Dalam pemeriksaan saksi yang dilakukan di Polda Sumsel tersebut, penyidik KPK hanya memeriksa satu orang saksi, yakni Ahmad Fauzi yang merupakan mantan anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ‘AHB’,” ujarnya.

Pantauan di Mapolda Sumsel, pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan di lantai satu Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel. Pemeriksaan yang dilakukan secara tertutup tersebut selesai sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :   26 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi Diblender Polda Sumsel

“Jam 3 sore tadi pemeriksaan saksi oleh KPK sudah selesai. Sebelum meninggalkan Polda Sumsel, penyidik KPK sempat pamit kepada kami,” ujar salah satu Perwira Polisi di Polda Sumsel.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi membenarkan jika penyidik KPK memeriksa saksi terkait pengembangan penyidikan kasus OTT Bupati Muara Enim di Polda Sumsel.

“Pemeriksaan dilakukan di Polda Sumsel karena KPK meminjam tempat untuk memeriksa saksi. Jadi, dalam hal ini kita hanya memfasilitasi tempat saja,” tutupnya.

Diketahui dalam perkara ini, sebelumnya Ahmad Yani yang merupakan Bupati Muara Enim yang menjabat saat kasus ini terjadi telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang dengaan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Baca Juga :   Kadinsos OKU Ditahan, Bakal Ada Tersangka Baru dalam Korupsi Lahan Kuburan

Sedangkan A Elvin MZ Muchtar yang ketika kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim divonis Hakim 4 tahun penjara. Kemudian, Robi Okta Fahlefi selaku kontraktor yang memberikan suap divonis Hakim 3 tahun penjara.

Sementara berdasarkan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK, Minggu (28/4/2020) KPK menangkap Ketua DPRD Muara Enim ‘AHB’ dan Plt Kadis PUPR Muara Enim ‘RS’ di Kota Palembang, lalu keduanya ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini dan ditahan oleh KPK. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pelaku Pemerasan Modus Sebarkan Video Bugil Sesama Jenis Ditangkap

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Unit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap M Agus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.