Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Pengendara Tewas Akibat Jalan Rusak, Penanggung Jawab Jalan Raya Bisa Dipidana

Dwi Sulistyawan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Wakil Direktur (Wadir) Lalu Lintas Polda Sumsel, AKBP Dwi Sulistyawan, Selasa (15/4/2019) menegaskan, kecelakaan lalu lintas yang mengangkibatkan korbannya tewas maka penangung jawab jalan raya yang rusak tersebut bisa di proses pidana.

Menurut Dwi, adapun pihak yang dimintai pertangung jawaban secara hukum tersebut diantaranya instansi pemerintahan terkait, pengawas atau kontraktor dari pembangunan jalan.

“Kalau korbannya meninggal dunia nanti ada proses penyelidikan, dimana dalam proses ini dilakukan pemeriksaan terhadap instansi pemerintahan terkait, pengawas dan kontraktor pembangunan jalan. Nah, dari hasil penyelidikan inilah diketahui siapa sebenarnya penangung jawab jalan yang dapat diproses hukum pidana, dan itu bisa dari instansi pemerintahan terkait, atau pengawas dan kontraktor pembangunan jalannya,” tegasnya.

Masih dikatakannya, namun untuk proses hukum baru dapat dilakukan apabila keluarga korban yang tewas kecelakaan akibat jalan rusak ini membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

“Keluraga korban yang meninggal dunia bisa melapor ke Sat Lantas atau Ditlantas Polda Sumsel, jika sudah melapor baru kita tindak lanjuti dengan penyelidikan. Dan untuk mencari bukti hukum kalau korban benar meninggal dunia karena kecelakaan dari jalan yang rusak, nantinya polisi akan melakukan olah TKP,” terangnya.

Baca Juga :   Palembang Terpilih Sebagai Kota Kreatif

Diungkapkannya, memang jalan rusak menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan selain faktor pengemudi kendaraan, faktor kendaran dan faktor cuaca.

“Akan tetapi untuk faktor dominan penyebab kecelakaan yakni faktor pengemudi kendaraan yang tidak taat dengan aturan lalu lintas. Misalnya seperti, masih banyaknya pengemudi kendaraan yang mengemudikan sepeda motor atau mobil di dalam kota dengan kecepatan lebih dari 40 Km perjam, sehingga terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Lanjutnya, berdasarkan hasil evaulasi yang dilakukan jajarannya angka kecelakaan lalu lintas di bulan April 2019 memang terjadi penurunan jumlah korban yang meninggal dunia jika dibandingan dengan kecelakaan yang terjadi di bulan Maret 2019.

“Dimana untuk awal bulan April 2019 hingga saat ini terjadi 41 kecelakaan lalu lintas di Sumsel, yang menyebabkan 38 korban menderita luka ringan, 13 korban luka berat dan 6 korban meninggal dunia. Sedangkan untuk bulan Maret 2019 tercatat terjadi 96 kecelakaan dengan korban yang menderita luka ringan sebanyak 101 orang, luka berat 30 orang dan 21 orang meninggal dunia,” terangnya.

Baca Juga :   Korsleting Listrik Mendominasi Penyebab Kebakaran, Warga Diminta Waspada

Lebih jauh dikatakannya, sementara untuk wilayah yang tinggi angka kecelakaan, yakni Kota Palembang. Hal ini dikarenakan Palembang merupakan kawasan padat penduduk dan padat kendaraan.

“Selain itu, pengemudi kendaraan di Palembang masih banyak mengendarai kendaraan dengan kecepatan di atas 40 Km perjam. Jadi, Palembang merupakan kota yang banyak mennyumbang angka kecelakaan jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel,” tandas Dwi. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

HD Kantongi Sertifikasi Berburu dari Perbakin

Palembang, KoranSN Meskipun sempat beberapa kali goyang, Gubernur Sumsel H.Herman Deru akhirnya dinyatakan lulus ujian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.