Pengrusakan Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir Berlangsung Selama 1 Jam

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menunjukkan barang bukti. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI) berlangsung salama satu jam. Hal tersebut terungkap saat gelar kasus 10 tersangka di Mapolda Sumsel, Rabu (21/3/2018).

Adapun 10 tersangka tersebut yakni; ‘AS’ (oknum Kades), ‘AF’ (oknum Kepala Sekolah), ‘USM’ (koordinator pengrusakan), ‘HR’ alias ‘Y’, ‘PH’, ‘YS’, ‘ANW’, ‘WC’, ‘MH’ dan ‘IWN’.

Para tersangka dihadirkan dengan mengenakan baju tahanan dan penutup muka. Sementara oknum Kades, ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah, ‘AF’ yang merupakan aktor intelektual yang menjadi otak pengrusakan gereja tak diperkenankan petugas untuk diwawancarai oleh sejumlah wartawan.

Tersangka ‘USM’ selaku koordinator pengrusakan gereja mengatakan, aksi pengrusakan tersebut telah direncanakan setelah sebelumnya oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’ meminta dirinya melakukan pengrusakan di gereja tersebut.

“Aksi itu sudah direncanakan sebelumnya, sebab usai diminta merusak gereja, saya langsung menghubungi teman-teman lainnya. Setelah itu, kami mendatangi lokasi dengan membawa peralatan seperti palu godam dan linggis. Kemudian saat tiba di lokasi, kami langsung merusak gereja itu selama satu jam,” ujar ‘USM’.

Baca Juga :   Cegah Corona, Sekolah Libur Hingga 28 Maret

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengungkapkan, tersangka ‘USM’ bersama tujuh tersangka lainnya melakukan pengrusakan di Kapel atau Gereja Santo Zakaria setelah diminta dan mendapat upah dari tersangka ‘AS’ dan ‘AF’, yang keduanya merupakan oknum Kades dan Oknum Kepala Sekolah di Rantau Alai Ogan Ilir.

“Dari hasil penyelidikan kini ke 10 tersangka telah kami tangkap. Dalam kasus ini para tersangka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara,” ungkap Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, para tersangka ditangkap di lokasi dan pada waktu yang berbeda. Dimana awalnya polisi menangkap tersangka ‘PH’ dan ‘YS, kemudian dilakukan pengembangan hingga ditangkap beberapa tersangka lainnya di Bangka.

“Dari hasil pengembangan penyelidikan yang terus dilakukan akhirnya polisi menangkap tersangka ‘USM’ selaku koordinator pengrusakan Kapel atau gereja tersebut. Berdasarkan pemeriksaan ‘USM’ inilah terungkap jika pengrusakan tersebut diotaki oleh, oknum Kades, ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah, ‘AF’,” jelasnya.

Baca Juga :   Banjir Bandang Terjang Lubuklinggau, 1 Rumah Hanyut 5 Rusak Berat dan 43 Rusak Ringan

Masih dikatakan Kapolda, adapun motif tersangka ‘AS’ dan ‘AF’ memerintahkan tersangka ‘USM’ dan tujuh tersangka lainnya merusak gereja lantaran iri dan tidak senang kepada Kepala Desa Mekar Sari yang merupakan Kades di tempat gereja tersebut berada.

“Jadi bukan permasalahan kerukunan agama, dan di sana (Ogan Ilir) hingg kini rukun-rukun saja,” tandas Kapolda.

Untuk diketahui, Kapel atau Gereja Santo Zakaria yang merupakan rumah ibadah umat Kristiani di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis dini hari (8/3/2018) dirusak orang tak dikenal.

Usai kejadian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap sejumlah tersangka terkait kasus pengrusakan tersebut. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …