Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Internasional / Pengunjuk Rasa Hong Kong Terima Kasih Pada Donald Trump

Pengunjuk Rasa Hong Kong Terima Kasih Pada Donald Trump

Seorang demonstran anti-pemerintah melemparkan kembali tabung gas air mata saat demonstrasi di Hong Kong. (foto-antaranews)

Hong Kong, KoranSN

Ratusan orang, termasuk para Lansia di Hong Kong berpawai ke kantor konsulat Amerika Serikat (AS) pada Minggu (1/12/2019) untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka atas dukungan yang diberikan AS terhadap aksi unjuk rasa pro-demokrasi yang telah berjalan selama hampir enam bulan.

Sambil mengibarkan Bendera AS, massa aksi membentangkan spanduk bergambar Presiden AS Donald Trump yang berdiri dengan kaki terbuka di atas sebuah tank dengan bendera AS di belakangnya.

Beberapa orang bahkan mengenakan kaos dan topi berlogo Donald Trump, dengan memegang bentangan spanduk lain yang bertuliskan “Presiden Trump, tolong bebaskan Hong Kong”.

Baca Juga :   Konsul Bea Cukai KJRI Hong Kong Kenalkan Kebijakan Baru

Pada awal berjalannya aksi, seorang peserta aksi dengan pengeras suara berorasi, “Terima kasih Presiden Trump untuk hadiah besar yang diberikan kepada Hong Kong, semoga Tuhan memberkati Amerika.”

Pekan ini, Trump menandatangani undang-undang Kongres yang mendukung para pengunjuk rasa di Hong Kong, kendati mendapat kemarahan dan keberatan dari pemerintah China.

Minggu pagi, sebelum aksi pawai itu, ratusan pengunjuk rasa termasuk banyak keluarga dengan anak-anak juga melakukan aksi protes terhadap cara pihak kepolisian yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes.

Mereka membawa balon kuning dan mengibarkan spanduk bertuliskan “Jangan gunakan gas air mata, selamatkan anak-anak”, dan berjalan menyusuri wilayah pusat bisnis menuju kantor pusat pemerintahan Hong Kong.

Baca Juga :   Lima Wisatawan Asing Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat di Honduras

“Kami ingin polisi berhenti menggunakan gas air mata. Itu bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Pemerintah semestinya mendengar rakyat. Ini konyol sekali,” kata seorang perempuan yang ikut serta dalam pawai bersama suami dan anaknya yang berusia lima tahun.

Sejak unjuk rasa mulai ramai pada Juni lalu, polisi telah menembakkan sekitar 10.000 kali gas air mata, menurut sekretaris kota Hong Kong untuk urusan keamanan, John Lee, pada pekan lalu.

Beberapa pekan belakangan, situasi Hong Kong telah relatif lebih tenang dibandingkan sebelumnya, namun para aktivis berjanji untuk terus menjaga momentum gerakan pro demokrasi dengan tiga aksi pawai pada Minggu yang semuanya mendapat izin dari pihak berwenang. (Antara/Reuters/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Turki Kirim Perjanjian Maritim Libya ke PBB Untuk Persetujuan

Ankara, KoranSN Turki pada Kamis, (12/12/2019) mengirim perjanjian mengenai batas maritim dengan Libya ke PBB …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.