Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Pengusaha di Ogan Ilir Tewas dengan 13 Luka Tusukan, Pihak Keluarga: Diduga Terkait Saingan Bisnis

Ema adik korban Abu Bakar menangis histeris saat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Abu Bakar (54), warga Jalan Talang Pangeran Ilir Pemulutan Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, Senin (3/2/2020) sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan tewas dengan 13 luka tusukan senjata tajam di tubuhnya.

Jenazah korban yang merupakan pengusaha di Ogan Ilir ini ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan, tak jauh dari rumahnya dan juga pabrik penggilingan beras milik korban.

Pihak kepolisian Polres Ogan Ilir yang mendapatkan informasi penemuan jenazah korban langsung mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi membenarkan adanya penemuan jenazah korban Abu Bakar tersebut, dan kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang telah membunuh korban.

“Untuk jenazah korban telah kami bawa ke Rumah Sakit Bayangkara Palembang. Sedangkan untuk pelakunya serta motif pembunuhan korban saat ini masih dalam penyelidikan,” tegas Kapolres.

Sementara pantauan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, tampak Afni (22), anak korban dan Ema (47), adik kandung dari korban menangis histeris. Keduanya juga terlihat tak berhenti meneteskan air mata sembari memeluk keluarganya yang berdatangan.

Baca Juga :   Kapolresta Palembang Diganti

“Kalau isteri korban bernama Lastiyanti (45). Isterinya tidak ikut ke rumah sakit ini karena sedang menunggu di rumah duka,” ujar Imron Purbaya (49), adik korban Abu Bakar.

Menurutnya, pihak keluarga menduga pembunuhan korban terjadi diduga karena saingan bisnis. Pasalnya, korban Abu Bakar merupakan pengusaha di Ogan Ilir yang memiliki banyak saingan dalam menjalankan usaha.

“Kakak saya ini selain memiliki pabrik penggilingan padi juga memiliki usaha dermaga yang menyewakan speedboat dan kapal tongkang. Selain itu, Almarhum memiliki usaha peternakan sapi dan kerbau, serta usaha angkutan bus kota. Dari itulah kami menduga kejadian ini terkait saingan bisnis,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dirinya mewakili pihak keluarga meminta agar pihak kepolisian menangkap dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku yang telah membunuh korban.

“Kami keluarga dari korban meminta agar pelakunya dijatuhkan hukuman setimpal, sebab ini soal nyawa kakak saya. Sedangkan untuk jumlah pelakunya saya tidak tahu, namun saya menduga pelakunya lebih dari satu orang,” tandasnya.

Baca Juga :   Kabut Asap di Palembang Dipicu Keberadaan 115 Titik Panas

Sedangkan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Nasution mengungkapkan, pihaknya hanya melakukan visum luar terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah luka tusukan senjata tajam di tubuh korban.

“Adapun total jumlah luka tersebut yakni berjumlah 13 luka tusukan yang semuanya di bagian perut dengan kedalaman sekitar 9 Cm hingga 10 Cm. Sementara untuk yang menjadi penyebab korban tewas, kita belum dapat memastikannya lantaran pemeriksaan hanya dilakukan dengan cara pemeriksaan luar saja. Akan tetapi, korban ini kan semua lukanya berada di bagian perut. Dimana di dalam perut tersebut terdapat banyak organ vital,” tutupnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Terdakwa Dugaan Korupsi Kredit BSB Divonis Bebas, Hakim Pulihkan Hak-hak Augustinus Judianto

Palembang, KoranSN Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Palembang yang Diketuai Erma Suharti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.