Penipuan Bermodus Arisan Online Kembali Terjadi

Tampak Korban saat membuat laporan. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Lagi dan lagi, kasus penipuan dengan modus arisan online terus terjadi. Kali ini yang menjadi korban yakni; Farah Dylla Umami (20), warga Lorong Binjai Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan SU I.

Lantaran tergiur dengan iming-iming keuntungan yang berlipat ganda korban
malah harus gigit jari setelah uangnya raib dibawa kabur pelaku ketika mengikuti arisan online syariah.

Berharap uangnya bisa kembali, Minggu siang (18/6/2017) korban mencoba mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang untuk membuat pengaduan terkait penipuan yang dialaminya tersebut.

Menurut keterangan korban, kejadian itu bermula karena ketertarikannya dengan iming-iming keuntungan yang di post disalah satu medsos jika mengikuti group arisan online. Tergiur dengan keuntungan yang didapat, dirinnya lantas mengikuti arisan online tersebut dengan syarat awal mentranfer sejumlah uang sebagai tabungan awal di arisan tersebut/

Baca Juga :   KPK Panggil Bekas Anggota DPRD Muara Enim Agus Firmansyah

“Singkat cerita saya sudah beberapa kali mengirimkan uang, pertama melalui internet bangking ke salah satu bank atas nama Jeti Jurmalis, ke bank lainnya atas nama Ines Imaniar yang masing-masing senilai Rp 8.400.000, Rp 2.400.000, Rp 3.450.000, Rp 2.900.000, total keseluruhan jadi Rp 17.150.000, yang sudah saya transfer,” ujar Farah.

Lanjutnya, ketika dirinya giliran namanya keluar di arisan tersebut, ternyata terlapor malah mengatakan jika HP milik terlapor hilang dan semua data-data arisan juga ikut hilang sehingga terlapor tidak dapat mengirimkan uang milik korban.

Dijelaskannya, ia dan terlapor lantas membuat kesepakatan dengan terlapor sehingga terlapor membayar dengan cara menyicil Rp 8.050.000, jadi sisa uangnya Rp.9.100.000, lagi.

“Ketika nama saya keluar pada arisan tersebut, uang saya tidak diberikannya, kata sih Inez ini kalau HP-nya hilang jadi data-datanya juga hilang, lalu saya temui dia dan kita buat kesepakatan untuk nyicil saja dan ia sudah bayar sekali Rp. 8.050.000, naa sisanya sampai sekarang tidak dibayar, eh malah saya disuruh lapor polisi sama orang tuanya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Motor Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yang Dibunuh di Muara Enim Hilang

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda Bambang membenarkan, kalau pihaknya telah menerima laporannya selanjutnya akan ditindak lanjut.

“laporannya sudah diterima selanjutnya akan ditindak lanjuti.” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Wali Kota Cimahi Diduga Terima Suap Rp 1,6 Miliar

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) telah …