Penuntasan Kasus PDPDE Masih Tunggu Audit

Gedung Kejati Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Penuntasan dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), yang ditangani Kejati Sumsel masih menunggu hasil audit kerugian negara yang masih dalam proses penghitungan oleh BPK RI di Jakarta.

Hal tersebut dibenarkan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, bahkan dalam proses audit tersebut sejumlah saksi yang sebelumnya diperiksa oleh Kejati Sumsel telah diambil keterangannya oleh BPK RI untuk mengklarifikasi kerugian negara yang kini masih dihitung.

“Jadi untuk perkara ini masih dalam proses penyidikan, dan kami masih menunggu hasil audit kerugian negaranya dari BPK RI,” ujar Khaidirman.

Lebih jauh dijelaskannya, audit kerugian negara dibutuhkan dalam pengungkapan kasus dugaan pidana korupsi. Sebab, kerugian negara menjadi dasar dalam penetapan tersangkanya.

Baca Juga :   Diduga Korupsi Dana Desa, Oknum Kades Gedung Agung Lahat Didakwa Pasal Berlapis

“Nah, karena auditnya belum selesai makanya tersangka dalam perkara ini belum ditetapkan. Karena kami kan masih menunggu hasil auditnya keluar dulu,” katanya.

Dilanjutkannya, dalam proses pernghitungan audit kerugian negara tersebut Kejati Sumsel masih terus berkoordinasi dengan BPK RI. Hal ini dilakukan agar auditnya dapat segera selesai.

“Misalnya seperti pemeriksaan saksi di BPK RI beberapa waktu lalu. Pemeriksaan itu dilakukan hasil koordinasi yang dilakukan. Sedangkan untuk pemeriksaan kembali saksi-saksi sejauh ini belum ada lagi. Meskipun demikian, dugaan kasus ini masih terus dilakukan penyidikan oleh Kejati Sumsel,” tandasnya.

Sebelumnya Khaidirman menerangkan, jika BPK RI di Jakarta telah memeriksa sejumlah saksi dalam rangka klarifikasi audit kerugian negara dugaan kasus PDPDE.

Baca Juga :   Pemutilasi Fera di Sungai Lilin Divonis Seumur Hidup, Ibu Korban: Saya Cukup Puas Deri di Penjara Sampai Mati

“Kami tidak dapat sampaikan siapa saja yang diperiksa, namun yang jelas pemeriksaan tersebut memang ada, dan pemeriksaanya dilakukan di BPK RI di Jakarta,” ujarnya.

Dilanjutkannya, sementara terkait berapa lama hasil audit tersebut selesai, dirinya tidak dapat memastikannya. Pasalnya, dalam proses penghitungan kerugian negara membutuhkan waktu.

“Namun mudah-mudahan hasil auditnya segera selesai, sehingga kami dapat menetapkan tersangkanya,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

5 Pasangan Mesum Terjaring Razia Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Polsek Kemuning Palembang, Sabtu malam (26/9/2020) melakukan razia yustisi/Gakkum (penegakkan hukum) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.