Home / Gema Sriwijaya / Penyakit Gatal Serang Anak-anak Desa Noman

Penyakit Gatal Serang Anak-anak Desa Noman

Salah satu anak yang terkena penyakit gatal-gatal diduga karena mandi di aliran Sungai Rupit. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Masyarakat Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mengeluhkan minimnya ketersediaan air bersih. Sehingga, akibat air yang kotor, banyak anak-anak terserang penyakit gatal. Mereka diduga terserang gatal-gatal setelah mandi di aliran Sungai Rupit di desanya.

Zul (34) Warga Noman menuturkan bahwa anaknya sudah lama mengalami penyakit gatal-gatal yang diduga disebabkan dari air sungai, karena setiap habis mandi pasti malamnya kena gatal.

“Anak saya hampir 2 tahun mengalami gatal-gatal, saya tidak tahu apa penyakit sebenarnya. Berobat sudah sering tapi tak sembuh juga,” ceritanya, Rabu (10/1/2018).

Dengan kejadian tersebut, banyak masyarakat yang beranggapan jika air Sungai Rupit sudah tidak steril, sehingga banyak masyarakat yang menderita gatal pada kulit mereka. “Mungkin gatal pada kulit anak saya dikarenakan air sungai ini, jadi percuma saja diajak berobat karena kami setiap hari mandi disungai,” katanya.

Sementara, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Noman Kecamatan Rupit, Tabrani mengakui bahwa empat orang anaknya mengalami gatal-gatal yang diduga berasal dari Sungai Rupit.

“Anak saya 4 orang kena gatal-gatal apabila sehabis mandi dari sungai, biasanya gatal itu terjadinya dimalam hari,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sudah setahun ini air Sungai Rupit berubah, dan menyebabkan gatal-gatal. “Saya pernah bertanya kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muratara pak Alfirmansyah mengenai penyebab air sungai yang gatal tersebut pada saat ada sosialisasi di Desa Noman, jawaban Pak Alfirmansyah dia belum tahu apa penyebab sebenarnya, karna pak Alfirmansyah menyarankan kepada saya agar menanyakan langsung ke Dinas Kesehatan Muratara,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar mengkroscek langsung ke masyarakat yang terkena gatal-gatal. “Bila Dinas Kesehatan datang ke desa Noman, saya siap menunjukkan bukti bahwa anak saya terkena gatal-gatal,” harapnya.

Menurut Tabrani, penyakit gatal ini sudah lama di derita masyarakat. “Jadi, kami minta kepada dinas kesehatan agar mengeluarkan himbauan masih layak atau tidaknya air Sungai Rupit untuk digunakan,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Ratusan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih Diturunkan di Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Ketua KPUD Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri melalui Devisi Teknis, Efrizal mengatakan, guna mensukseskan ...

error: Content is protected !!