Penyandang Disabilitas Miliki Hak di Industri Kerja

Para peserta Jambore TIK saat mengikuti pembukaan di The 101 Hotel Rajawali Palembang, Rabu (1/11/2017). (foto-soimah/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Peyandang disabilitas yang merupakan generasi WOW memiliki hak yang sama dengan orang biasa di industri kerja. Sebagai orang yang luar biasa, sudah seharusnya penyandang disabilitas diberi kesempatan bekerja disesuaikan dengan kemampuan kondisi mereka. Hal tersebut dikatakan Specialis Advistory Staf of Minister Kominfo, Ir Lis Sutjiati MBA usai membuka Jambore TIK di The 1O1 Hotel Rajawali Palembang, Selasa (31/10/2017).

“Penyandang disabilitas adalah generasi luar biasa, tidak seperti orang biasa karena itu mereka memiliki kelebihan dibalik kekurangannya karena itu mereka harus diperhatikan semua pihak. Pemerintah mengingatkan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,”tegasnya.

Dijelaskannya, dalam UU No.8 tahun 2018 pasal 1 menyebutkan kesamaan kesempatan merupakan keadaan yang memberikan peluang dan/menyediakan akses kepada penyandang disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat.

Sebagai leading sector pembangunan bidang komunikasi dan informatika yang mempunyai tugas untuk mengembangkan SDM di bidang TIK dikatakannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) peduli dan berusaha untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas agar dapat memiliki peluang untuk menciptakan peluang lapangan kerja di sektor TIK, untuk itulah kegiatan Jambore TIK bagi Penyandang Disabilitas ini diadakan.

Baca Juga :   Belanja Dahsyat di JM Dapat Mobil

Kegiatan tersebut dijealskannya juga untuk meningkatkan literasi teknologi informasi serta kemampuan dan kompetensi bagi generasi muda penyandang disabilitas. Sesuai dengan pengembangan program yang memenuhi hak-hak penyandang disabilitas yang tercantum dalam undang-undang, juga diberdayakan dalam pembagunan inklusif.

Kedepan ia berharap para generasi muda penyandang disabilitas bisa memanfaatkan peluang bisnis pemanfaatan TIK untuk kebutuhan yang lebih banyak seperti membuat aplikasi, program dan lainnya agar bermanfaat bagi orang lain.

Kepala Puslitbang Aptika IKP Kominfo, Wiryanta mengatakan, Jambore TIK untuk disabilitas remaja dan dewasa diikuti sekitar 100 peserta dari 10 provinsi di Sumatera. Seperti dari Aceh mengirim sebanyak 7 peserta dan 2 pendamping, Sumatera Utara (9 peserta dan 2 pendamping), Riau (8 peserta dan 1 pendamping), Sumatera Barat (9 peserta dan 3 pendamping), Bengkulu (7 peserta dan 2 pendamping), Jambi (9 peserta dan 2 pendamping), Sumatera Selatan (33 peserta dan 3 pendamping), Bangka-Belitung (4 peserta dan 2 pendamping) dan Lampung (8 peserta dan 2 pendamping).

“Jambore diadakan dari tanggal 31 Oktober sampai 3 November,”jelasnya sembari berharap program yang dilakukan oleh Badan Libang Kominfo bekerjasama dengan BP3TI mampu memberikan peluang bagi penyandang disabilitas dimasa depan.

Baca Juga :   Kiat UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Sementara itu salah satu peserta Jambore Dyah Witasoka mengungkapkan kegembiraanya dapat mengikuti jambore disabilitas karena dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan semua teman-teman sesama penyandang disabilitas dari berbagai provinsi. Selain itu dalam kegiatan jambore para peserta dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk terjun ke industri kerja.

“Meskipun saya tidak dapat melihat namun saya bersyukur dapat mengikuti jambore. Apalagi saya sudah berhasil menyelesaikan S2 saya di Universitas Negeri Yogya. Sudah 8 tahun saya diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu dan keterampilan yang saya miliki dengan kekurangan yang ada pada diri saya,”tutur alumni S1 UIN Sunan Kalijaga ini. (ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

100 Perwira Frontliner Pertamina MOR II Divaksin

Palembang, KoranSN Dalam rangka mendukung program vaksinasi Pemerintah, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) …