Penyelidikan Fee Proyek Empat Lawang Bakal Distop

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman Minggu (13/9/2020) mengatakan, jika proses penyelidikan dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang bakal distop oleh Kejati Sumsel.

Menurutnya, hal itu dikarenakan sejauh ini Kejati Sumsel belum mendapatkan bukti yang kuat terjadinya dugaan fee proyek tersebut.

“Jadi hasil pullbaket, pulldata hingga hasil klarifikasi yang dilakukan kepada semua pihak yang telah diambil keterangannya belum ada ditemukan bukti dugaan fee itu. Dari itulah sesuai SOP penyelidikannya bakal distop,” ungkapnya.

Dijelaskannya, adapun pertimbangan akan distopnya penyelidikan dikarenakan perkara yang tidak ditemukan barang bukti menyangkut tentang Hak Asasi Manusia (HAM) seseorang.

“Karena menyangkut HAM makanya perkara yang tidak didapati bukti dapat disetop oleh kejaksaan,” ujar Khaidirman.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam proses penyelidikan ini pihaknya sudah melakukan upaya dalam rangka mengungkap dugaan pidana fee tersebut. Adapun upaya yang dilakukan,diantaranya pullbaket, pulldata dan mengambil keterangan sejumlah pihak untuk klarifikasi.

Baca Juga :   Sidang Penyuap Bupati Muara Enim, JPU KPK Ungkap Wakil Bupati Diduga Terima Jatah Rp 2 Miliar

“Hal ini dilakukan karena dugaan fee ini hasil laporan dari lembaga masyarakat, bukan murni temuan dari Kejati Sumsel. Jadi setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan upaya dan langkah-langkah. Namun sampai kini belum juga ditemukan buktinya,” paparnya.

Dilanjutkan Khaidirman, jika dugaan pidana fee berbeda dengan perkara pidana korupsi yang ada bentuk fisiknya. Sebab dalam pengungkapan fee harus dulu ada barang bukti kuat adanya pihak pemberi fee dan pihak yang menerima fee.

“Jadi sejauh ini kami belum temukan barang buktinya, kecuali jika dugaan ini dulunya dilaporkan saat terjadinya pemberi fee dan penerima fee, sehingga bisa dilakukan penangkapan serta langsung diamankan barang buktinya,” pungkasnya.

Sebelumya Khaidirman menerangkan, dalam pulbaket dan pengupulan data yang dilakukan, Jaksa Penyidik Kejati Sumsel melakukan jemput bola ke Kabupaten Empat Lawang.

“Kalau belum lama ini kita mengundang sejumlah pihak untuk klarifikasi, namun kali ini Jaksa Penyidik yang ke lapangan melakukan pengupulan data dan pulbaket,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPU Jamin Hak Pilih Pemilih Suspect-Positif COVID

Diberitakan sebelumnya, pada Senin lalu (27/7/2020) jaksa Kejati Sumsel telah mengambil keterangan dari Kepala Dinas PUPR Empat Lawang terkait dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang.

“Kita mengundang Kepala Dinas PUPR Empat Lawang untuk diambil keterangannya, terkait dugaan fee proyek di Dinas PUPR Empat Lawang ini. Diambilnya keterangan tersebut bukan kapasitas sebagai saksi, sebab perkara ini kan masih penyelidikan. Jadi kita hanya mengundangnya untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan fee tersebut,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman ketika itu. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dibunuh dan Dikarungi, Makam Sidik di Mariana Banyuasin Ditanami Pohon Pisang

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (30/9/2020) menggelar rekonstruksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.