Home / Headline / Penyelidikan Kecelakaan Speedboat yang Menewaskan 7 Korban di Sungai Musi Dihentikan

Penyelidikan Kecelakaan Speedboat yang Menewaskan 7 Korban di Sungai Musi Dihentikan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Tampak suasana usai kecelakaan terjadi dan saat petugas Basarnas mengevakuasi jenazah korban beberapa waktu lalu. (Foto-Dok/Basarnas Palembang)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Direktorat Polair Polda Sumsel menghentikan penyelidikan atau menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan) terkait kasus kecelakaan Speedboat 200 PK Merk Awet Muda di Sungai Musi yang mengakibatkan tujuh korban tewas.

Demikian dikatakan Kasubdit Gakkum Direktorat Polair Polda Sumsel, AKBP Munaspin, Rabu (20/3/2019).

Menurutnya, SP3 dilakukan lantaran serang dan kernet Speedboat Awet Muda yang merupakan pihak yang harusnya dimintai pertangungjawaban secara hukum atas kecelakaan tersebut tewas usai kecelakaan terjadi.

“Jadi, serang yang juga pemilik Speedboat Merk Awet Muda, yakni Muhammad alias Mamat (50) dan kernetnya Kodar (20), keduanya meninggal dunia usai kecelakaan terjadi. Dari itulah penyelidikan kasus kecelakaan ini kami SP3,” tegasnya.

Diungkapkannya, terjadinya kecelakaan speedboat Merk Awet Muda ini dikarenakan adanya kelalaian dari serang dan kernet sehingga ketika kejadian speedboat berjalan terlalu pinggir hingga menabrak Pohon Pedado yang berada di pinggiran sungai.

“Awalnya Speedboat Awet Muda ini dikemudikan oleh serangnya, yakni Muhammad alias Mamat. Namun saat di perjalanan serang tersebut mengantuk hingga serang dikemudikan kernetnya, Kodar. Ketika di perjalanan dari kawasan Simpang PU Banyuasin hendak ke Palembang, ternyata Kodar juga mengantuk sehingga speedboat yang dikemudikan oleh Kodar dengan kecepatan tinggi itu menabrak pohon lalu speedboat hancur berkeping-keping,” ungkapnya.

Baca Juga :   5 Pelaku Pembunuhan Anggota TNI di OKUT Masih Diburu

Dilanjutkannya, akibat kejadian tersebut tujuh korban termasuk serang dan kernet Speedboat Awet Muda tewas.

“Jenazah para korban semuanya sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Kalau untuk jenazah serang speedboat yakni Muhammad alias Mamat dan kernetnya Kodar, seusai kecelakan langsung dibawa keluarga ke rumah mereka di Pemulutan Ogan ilir,” tandasnya.

Sementara Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabrani membenarkan jika penyelidikan kasus kecelakaan Speedboat 200 PK Merk Awet Muda saat ini telah dilakukan SP3.

“Kecelakaan itu terjadi disebabkan kelalaian dari serang dan kernet speedboat. Nah, dikarenakan serang dan kernetnya tewas akibat kecelakaan itu maka penyelidikannya kami lakukan SP3 atau gugur demi hukum,” ungkapnya.

Diakuainya, jika kecelakaan speedboat di perairan Sungai Musi memang sering terjadi bahkan dampaknya menimbulkan banyak korban yang meninggal dunia. Dari itulah dirinya mengimbau kepada para pemilik dan serang speedboat untuk mementingkan keselamatan saat berlayar.

Baca Juga :   34 Kali Mencuri, Andre Diterjang Timah Panas

“Sebenarnya kami bersama pemerintah daerah sudah sering melakukan himbauan, sosialisasi, razia hingga pembagian Life Jacket (jaket Pelampung) kepada para serang speedboat. Namun para serang dan kernet speedboat ini masih saja tidak mengindahkan himbauan dan sosialisasi kami, bahkan Life Jacket yang sudah dibagikan tidak mereka gunakan. Jadi sampai kini masih ada kekurangan sadaran para serang akan keselamatan para penumpangnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Speedboat 200 PK merk Awet Muda yang ditumpangi sekitar 20 penumpang, Senin (18/3/2019) pukul 10.30 WIB menabrak Pohon Pedado di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di perairan Jalur 10 Desa Upang Jaya Kabupaten Banyuasin. Akibatnya kejadian ini body speedboat hancur dan 7 korban meninggal dunia.

Adapun tujuh korban yang tewas tersebut terdiri dari; Muhammad alias Mamat (50) dan Kodar (20) yang merupakan serang dan kernet speedboat, serta lima penumpang speedboat yakni; Muhidin (40), Husnul (60), Sopian (60), Tarno (30) dan Ganjar Winarsih (39). (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.