Kamis , November 15 2018
Home / Lacak / Penyelundupan 17 Kg Sabu di Palembang Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas

Penyelundupan 17 Kg Sabu di Palembang Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas

Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan saat mengintrogasi tersangka ‘SU’. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Kamis (8/8/2018) berhasil mengungkap kasus penyeludupan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 17 Kg asal Medan di Kota Palembang.

Terungkap, jika paket sabu yang disimpan di kemasan teh Cina tersebut masuk ke Palembang setelah dikendalikan oleh narapidana (Napi) dari dalam salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan, Jumat (10/8/2018) mengatakan, dalam kasus ini dua tersangka tewas ditembak mati oleh anggotanya saat penangkapan dilakukan.

“Mereka yakni tersangka ‘ER’ (38), warga Dusun Bukit Tua PD Tualang Medan Sumatera Utara dan ‘GI’ (23), warga Tanah Abang Utara PALI. Untuk tersangka ‘ER’ merupakan bandar yang membawa sabu tersebut dari Medan. Sedangkan tersangka ‘GI’, bandar di PALI, dalam kasus ini yang mengendalikan atau memesan sabu tersebut dari Medan yakni seorang Napi di dalam Lapas yang merupakan kakak tersangka ‘GI’. Jadi sabu itu dikendalikan Napi dari dalam Lapas,” katanya saat gelar ungkap kasus di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Menurutnya, dirinya belum dapat mengungkapkan identitas Napi tersebut termasuk nama Lapasnya. Sebab saat ini BNN Sumsel masih melakukan pengembangan.

“Jadi, nama Napi dan Lapasnya dimana belum bisa kami sebutkan. Anggota masih melakukan pengembangan,” tegasnya.

Selain menembak mati kedua tersangka, lanjut Jhon, dalam kasus ini tiga tersangka ditangkap dalam kondisi hidup.

Mereka yakni; ‘SU’ (38) warga Dusun Telok Berahol Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat Medan, ‘MI’ (47) warga Blok C Desa Rambai Jaya Kecamatan Kampas Kabupaten Indra Hilir serta tersangka ‘HI’ (21) warga Jalan Merdeka Kelurahan Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang PALI.

“Untuk tersangka ‘SU’ berperan menjadi sopir yang ditumpangi tersangka ‘ER’ (ditembak mati) membawa 17 Kg sabu dari Medan ke Palembang. Sementara untuk tersangka ‘MI’ dan ‘HI’ merupakan anak buah tersangka ‘GI’ yang tewas ditembak. Saat ditangkap, keduanya berperan mendampingi ‘GI’ mengambil paket sabu itu dari ‘ER’,” terangnya.

Lebih jauh ia mengutarakan, jika pihaknya berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi hingga kasus penyeludupan narkoba tersebut dapat terungkap.

“Terimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan kami informasikan. Sehingga dari informasi tersebut kami melakukan penyelidikan hingga para tersangka berhasil diringkus petugas BNN di depan salah satu hotel yang berada di Jalan Puncak Sekuning Kecamatan IB I Palembang,” ujarnya.

Masih dikatakannya, dengan terungkapnya kasus tersebut kini pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Untuk kasusnya masih kami kembangkan guna menangkap pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan para tersangka ini,” tutupnya.

Sementara tersangka ‘SU’ mengatakan, dalam kasus ini dirinya berperan mengemudikan mobil yang membawa 17 Kg sabu tersebut dari Medan.

“Saya mau karena diajak ‘ER’ (tewas ditembak mati), karena dia temen saya. Dan ‘ER’ menjanjikan akan memberikan uang Rp 30 juta setelah kerjaan selesai, jadi saat ini saya belum menerima uang itu. Sedangkan untuk mobil yang saya kendarai merupakan mobil yang kami rental di Medan,” tutup tersangka. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Sofyan Driver Taksi Online Dijerat Tali dan Kepalanya Dipukul Benda Tumpul

Palembang, KoranSN Berdasarkan pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang terhadap tengkorak dan tulang belulang ...

error: Content is protected !!