Penyelundupan 20 Ton Minyak Ilegal Digagalkan

Sopir dan karnet diperiksa petugas di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Subdit Gakkum Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumsel, Rabu (26/2/2020) berhasil mengagalkan penyeludupan 20 ton minyak ilegal yang diangkut dua kendaraan truk dari kawasan Sekayu Muba hendak menuju Lampung.

Kedua truk ini ditangkap saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta Palembang. Dalam penangkapan tersebut petugas juga mengamankan empat orang yang merupakan sopir dan karnet dari kedua truk.

Direktur Shabara Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Prayoga melalui Kanit IV Patroli, AKP Apriyanto mengatakan, dalam pengungkapan kasus ini pihaknya mengamankan dua orang sopir truk, yakni Tri Budiyono (32) dan Ujang Syaifuddin (40), dan dua karnet truk, yaitu Rudi (38) dan Dwi Irawan (23).

“Sopir dan karnet ini semuanya merupakan warga Lampung. Kini sopir dan karnet beserta barang bukti dua truk yang memuat minyak ilegal dengan total 20 ton telah diamankan di Polda Sumsel guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Perampok Beraksi di 14 Ilir, Pemilik Rumah Ditodong Pistol dan Disekap

Masih dikatakannya, dengan terungkapnya kasus penyelundupan minyak ilegal tersebut maka untuk penyelidikan selanjutnya nantinya akan dilakukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel.

“Jadi, sopir dan truk serta barang bukti nanti kami serahkan kepada penyidik Ditreskrimsus guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Lebih jauh diungkapkannya, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti pihaknya dengan melakukan patroli di Kota Palembang.

“Saat melakukan patroli inilah kami menemukan dua truk tersebut melintas di Jalan Soekarno Hatta, sehingga laju kendaraan tersebut dihentikan kemudian dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan minyak mentah ilegal di bak truk yang telah dimodifikasi,” jelasnya.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi Kredit BSB, Ahli Administrasi Negara: Tidak Ada Kerugian Negara di Bank BUMD

Dilanjutkannya, berdasarkan keterangan sopir dan karnet truk yang diamankan, jika mereka mau membawa minyak tersebut dari Sekayu menuju Lampung lantaran mendapat upah Rp 500 ribu untuk sopir, dan Rp 400 ribu untuk karnet.

“Dari pengakuan sopir dan karnet truk, mereka baru pertama kali membawa minyak ilegal ini. Namun keterangan tersebut masih kami dalami dengan pemeriksaan dan penyelidikan,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tukang Ojek di Kertapati Dibegal Penumpang

Palembang, KoranSN Erwin (33), warga Kertapati Palembang, Rabu (1/4/2020) mendatangi Polrestabes Palembang guna membuat laporan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.