Penyelundupan 334,97 Ton Minyak Ilegal Digagalkan Polda Sumsel

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli saat meninjau barang bukti truk pengangkut minyak ilegal. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Sepanjang tahun 2019, Polda Sumsel dan jajaran telah berhasil menggagalkan penyelundupan 334,97 ton minyak ilegal jeni solar, bensin dan minyak tanah yang diangkut menggunakan sejumlah truk.

Hal tersebut terungkap dalam gelar pengungkapan kasus kejahatan Migas (minyak dan gas) di Mapolda Sumsel, Rabu (30/10/2019).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli mengatakan, 334,97 ton minyak ilegal tersebut merupakan barang bukti dari 50 kasus berbeda yang diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumsel sepanjang tahun 2019.

“Adapun untuk jumlah tersangkanya, yakni 86 orang. Dari kasus ini, sudah ada 13 berkas perkara yang telah kami limpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Masih dikatakan Kapolda, kejahatan Migas terdiri dari tiga katagori yakni; ilegal drilling, usaha Migas tanpa izin dan pengangkutan Migas tanpa izin. Dari itu sejak dirinya baru menjabat Kapolda Sumsel, ia telah memerintahkan jajaran Direskrimsus untuk mengungkap kasus-kasus minyak ilegal di Sumsel, dan hasilnya kini sudah banyak kasus yang terungkap.

Baca Juga :   2 Tersangka Baru Dugaan Korupsi Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Dijebloskan ke Rutan Pakjo

“Dalam kasus ini para tersangkanya disangkakan Pasal 55 UU No. 22 tentang Migas, yang ancaman hukumannya yakni 4 tahun penjara dan denda Rp 40 miliar,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam penegakan hukum kasus kejahatan Migas ini, tentunya dilakukan pihak kepolisian dengan melihat unsur pidana yang dilakukan oleh tersangka sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

“Jelas dalam undang-undang yang dijadikan tersangka, yakni unsur barang siapa yang melakukan perbuatan. Oleh kerena itu kita tidak melihat dia bos atau pekerja, semua yang tertangkap dan terbukti tentunya kami proses,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolda, kedepan dirinya tetap memerintahkan jajaran Direskrimsus untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus-kasus minyak ilegal di Sumsel.

“Kasus minyak ilegal ini sering sekali terjadi, makanya kita tetap terus melakukan penyelidkan. Selain itu untuk sumur-sumur minyak ilegal yang berada di Muba kini sudah mulai dilakukan penutupan,” tandasnya.

Baca Juga :   Alex Noerdin Support Unsri Menjadi World Class University

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain mengatakan, jika minyak ilegal yang diamankan dari para tersangka berasal dari kawasan Muba.

“Di kawasan Muba memang banyak warga yang mengelola minyak dari sumur tua. Minyak tersebut ilegal karena dalam undang-undang sudah diatur, bahwa untuk mengelola dan mengangkut minyak harus ada izinnya. Kemudian dari penyelidikan, diketahui jika minyak ilegal dari Muba tersebut kebanyakan akan dibawa para tersangkanya ke Lampung dan Banten,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pria di Lahat Tewas Bersimbah Darah

Lahat, KoranSN Seorang pria di Kabupaten Lahat tewas mengenaskan dan bersimbah darah. Kejadian tersebut langsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.