Home / Lacak / Penyitaan Aset Abu Tours Palembang Masih Tunggu Permintaan Polda Sulsel

Penyitaan Aset Abu Tours Palembang Masih Tunggu Permintaan Polda Sulsel

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Tampak suasana di dalam Kantor Abu Tours Palembang beberapa waktu yang lalu. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kemarin mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu permintaan dari penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk melakukan penyitaan terhadap aset Abu Tours di Palembang.

Menurut Kapolda, hal tersebut dilakukan karena saat ini penanganan dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh yang sebelumnya diselidiki oleh Polda Sumsel, telah dilimpahkan ke Polda Sulsel.

“Karena penanganan penyelidikannya sudah dilimpahkan, maka saat ini kami hanya bersifat membantu dan mendampingi jika Polda Sulsel mau melakukan penyitaan aset Kantor Abu Tours Palembang. Jadi, kami masih menunggu permintaan dari sana (Polda Sulsel), jika diminta barulah kami membantu,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolda, bukan hanya itu, apabila nantinya penyidik Polda Sulsel meminta bantuan memeriksa saksi-saksi di Polda Sumsel, tentunya dirinya selaku Kapolda Sumsel akan memberikan bantuan.

“Jadi, kalaupun Polda Sulsel meminta dibantu memeriksa saksi-saksi di sini (Polda Sumsel) kami siap,” tegas Kapolda.

Lebih jauh Kapolda mengungkapkan, pelimpahan penanganan proses penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus ini dilakukan berdasarkan arahan dari Bareskrim Polri. Untuk itulah, belum lama ini pihaknya telah menyerahkan berkas hasil penyelidikan, berkas hasil penyitaan di Kantor Abu Tours Palembang kepada Polda Sulsel.

“Sekitar tiga minggu lebih, berkas hasil penyelidikan kami dan berkas yang telah kami sita, secara resmi telah diserahkan kepada Polda Sulsel. Dengan demikian, penanganan dugaan kasus ini diselidiki oleh penyidik Polda Sulawesi Selatan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah mengungkapkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika aset Abu Tours Palembang berupa kantor cabang dibeli menggunakan uang keberangkatan umroh, yang telah disetorkan para calon jamaah umroh.

Menurut Kapolda, oleh karena itulah unsur dugaan tindak pidana penipuan dalam dugaan kasus ini terpenuhi. Sementara untuk penyitaan aset Abu Tours di Palembang nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sebab, penanganan dugaan kasus ini sudah dilimpahkan Polda Sumsel ke Polda Sulsel di Makassar.

“Jadi, dari hasil penyelidikan kami selama ini, diketahui jika aset Abu Tours di Palembang dibeli menggunakan uang calon jamaah umroh dan itu salah, kecuali aset tersebut dibeli dari keuntungan usaha tersebut. Sedangkan untuk penyitaan aset, nanti dengan sendirinya akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sulsel,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, pelimpahan penanganan dugaan kasus ini ke Polda Sulsel dilakukan berdasarkan petunjuk dari Bareskrim Polri, hal ini dilakukan mengingat kantor pusat Abu Tours berada di Makasar. Dari itulah, berkas hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel sudah diserahkan kepada penyidik Polda Sulsel.

“Dalam dugaan kasus ini TKP (Tempat Kejadian Perkara) banyak, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk itulah dari petunjuk Bareskrim Polri penanganan dugaan kasus ini ditarik di Polda Sulsel,” ungkap Kapolda.

suasana di dalam Kantor Abu Tours Palembang.

Lanjut Kapolda, walaupun penanganan dugaan kasus ini dilakukan di Polda Sulsel namun dirinya menilai jika Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan serta isteri bisa dikenakan pindana sesuai Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP tentang ikut serta melakukan tindak pidana penipuan.

“Ridwan ini kan pimpinannya di sini (Abu Tours Palembang) sementara isterinya bernama Yuli sebagai sekretaris perusahaan, keduanya kini berada di Makassar. Jadi keduanya bisa diproses hukum dan dikenakan pidana dan itu akan berjalan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Sulsel,” tegas Kapolda.

Sementara Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro menambahkan, adapun aset milik Abu Tours di Palembang yakni Kantor Cabang Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang dan satu unit mobil oprasional kantor.

“Untuk penyitaan aset tersebut nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sejauh ini penyitaan belum dilakukan dan kami dari Polda Sumsel nantinya akan mendampingi tim Polda Sulsel dalam melakukan penyitaan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut, para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh, Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.
Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Polda Sumsel melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. (ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Bandit Pecah Kaca di Prabumulih Gondol Uang Rp 450 Juta

Prabumulih KoranSN Bandit pecah kaca, Rabu (15/8/2018) beraksi di Jalan Sudirman Kota Perabumulih, tepatnya di ...

error: Content is protected !!