Home / Headline / Perampok Sadis Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Perampok Sadis Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

TEWAS-Irjen Pol Agung Budi Maryoto(tengah menunjukan senjata api rakitan) saat menggelar kasus tewasnya tersangka Suwarno usai tertembak anggota kepolisian.FOTO-DEDY/KORANSN.

Palembang,koranSN
Suwarno alias Warno alias Jumali (25), yang merupakan perampok bersenjata api, Rabu malam (29/3) tewas tertembak usai terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian dari Timsus Polda Sumsel dan Sat Reskrim Polres Musi Rawas (Mura) di Desa Semidang Aji Jalan Lintas Tanjung Enim-Baturaja atau tak jauh dari Sungai Ogan di Baturaja, Ogan Komering Ulu.

Baku tembak tersebut terjadi dikarenakan tersangka Suwarno dan rekannya Minok (27), sesama perampok melakukan perlawanan saat aparat polisi hendak menangkap mereka.Akibat baku tembak tersebut tersangka Suwarno yang tercatat sebagai warga Desa SP VI HTI Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas tewas di lokasi usai timah panas aparat kepolisian menembus dada sebelah kiri tersangka. Sementara tersangka Minok terjatuh lalu tenggelam di Sungai Ogan yang ada di lokasi kejadian, hingga saat ini belum diketahui apakan Minok selamat dan berhasil kabur ataukan tewas tenggelam. Untuk itulah, polisi kini masih mencari keberadaan Minok.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kamis (30/3/2017) mengatakan, tersangka Suwarno yang tewas dalam baku tembak merupakan satu tersangka dari delapan pelaku yang merampok korban Patri Husien (25) dan Ediyus (30), keduanya warga SP VI HTI Kecamatan Muara Lakitan Mura dan korban Pahendra (22), warga Kelurahan Kenten Laut Banyuasin. Dimana saat itu para korban mengendarai mobil truk usai menjual karet di Palembang dan hendak pulang ke rumah. Namun ditengah perjalanan tepatnya di Simpang Desa Bumi Makmur Mura, truk yang dikendarai ketiga korban dihadang delapan perampok sadis bersenjata api rakitan.

“Para perampok merupakan komplotan rampok lintas provinsi yakni, Sumsel, Lampung, Jambi dan Bengkulu yang dalam aksinya sangat sadis. Aksi perampokan para pelaku ini terjadi belum lama ini dimana korban Patri Husien, Ediyusdan Pahendra diikat lalu ketiganya dibariskan di pinggir sungai yang ada di lokasi. Setelah itu secara bergantian masing-masing kepala korban ditembak para perampok lalu para korban ditendang ke sungai. Dari ketiga korban, untuk Patri Husien dan Ediyus tewas. Sedangkan korban Pahendra selamat dengan mederita luka parah di bagian belakang kepalanya. Hasil dari penyelidikan, diketahui jika tersangka Suwarno yang tewas tertembak oleh anggota kita memiliki peran mengeksekusi atau menembak para korban saat perampokan tersebut dilakukan,” kata Kapolda saat gelar tersangka dan barang bukti di Kamar Jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang.

Diceritakan Kapolda, tewas tertembaknya tersangka Suwarno berawal saat Timsus Polda Sumsel dan Sat Reskrim Polres Mura berhasil menangkap tiga tersangka yang merupakan komplotan Suwarno. Ketiganya yakni; Junarso alias Jun Tatto (39), warga Desa Bogor Baru Bengkulu, Paryadi (41), warga Desa Jejarab Baru Kecamatan Megang Sakti Musi Rawas dan Sugiman (29), warga Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahyang. Dari penangkapan ketiga tersangka inilah kemudian dilakukan pengembangan sehingga polisi mengetahui keberadaan tersangka Suwarno dan Minok yang saat itu keduanya hendak pergi ke Lampung.

“Kemudian anggota melakukan penghadangan, karena saat itu tersangka Suwarno dan Minok menumpangi truk batubara hendak menuju Lampung. Tapi disaat melihat petugas, kedua tersangka langsung turun dari truk yang ditumpangi. Lalu keduanya mengeluarkan senjata api rakitan menambak ke arah anggota. Karena kedua tersangka melawan maka anggota di lapangan melakukan langkah hukum tegas dan terukur, hingga terjadi baku tembak dan membuat tersangka Suwarno tewas tertembak.

Sedangkan tersangka Minok jatuh dan tenggelam ke Sungai Ogan, sampai saat ini belum diketahui apakah tersangka Minok tewas atau kabur. Sebab hingga kini kita belum menemukan jenazah Minok. Sementara untuk jenazah tersangka Suwarno usai kejadian dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi dan selanjutnya diserahkan kepihak keluarga,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, dari delapan perampok tersebut saat ini masih empat pelaku yang buron mereka yakni; tersangka Minok yang menghilang usai jatuh dan tengelam ke sungai kemudian tiga pelaku lainnya yang identitasnya telah diketahui pihak kepolisian. Sedangkan untuk tiga tersangka yang ditangkap yakni; Junarso alias Jun Tatto, Paryadi dan tersangka Sugiman. Kini ketiga tersangka tersebut telah diamankan di Mapolda Sumsel untuk proses hukum selanjutnya.

“Untuk para pelaku yang masih buron, saya selaku Kapolda menghimbau agar para pelaku segera menyerahkan diri. Sebab Timsus Rimau Polda Sumsel, jajaran Intel dan Polres Mura saat ini masih memburu kalian. Apabila tidak menyerah dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap maka kami akan melakukan tindakan tegas seperti yang dilakukan kepada tersangka Suwarno,” tandas Kapolda.

Ditempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengutarakan, perampokan korban  Patri Husien, Ediyus dan Pahendra terjadi awal Maret 2017. Dimana saat itu kawanan perampok Suwarno Cs menghadang truk yang dikendarai ketiga korban yang saat itu korban Patri Husien dan dua korban lainnya hendak pulang ke rumah dari Palembang dengan membawa uang Rp 86.100.000, yang merupakan uang dari penjualan karet.

“Dari kejadian itu kemudian dilakukan penyelidikan dan gelar perkara sehingga kita mendapati nama-nama para perampok dan dilakukan pengejaran. Awalnya, polisi menangkap tiga tersangka, lalu dilakukan pengembangan dengan mengejar tersangka Suwarno dan Minok. Namun saat polisi hendak menangkap ternyata tersangka Suwarno dan Minok melakukan perlawanan dengan senjata api rakitan, hingga terjadi baku tembak dengan anggota yang berujung tewas tertambaknya Suwarno.

Sedangkan untuk Minok terjatuh ke dalam sungai saat baku tembak terjadi. Dalam penangkapan para tersangka kita juga mengamankan barang bukti berupa; satu unit truk milik korban, tiga unit sepeda motor dan lima senjata api rakitan milik para tersangka,” pungkasnya.Sementara tersangka Junarso alias Jun Tatto mengatakan, ia ikut melakukan aksi perampokan tersebut usai diajak oleh tersangka Minok (tersangka yang jatuh ke Sungai Ogan). Dalam aksi perampokan tersebut dirinya hanya berperan membawa mobil truk korban.

“Saat kejadian truk yang dikendarai ketiga korban kami hadang dengan mobil minibus. Kemudian korban berhenti lalu turun dari dalam truk, ketika itulah kami melakukan aksi perampokan. Setelah perampokan terjadi, saya berperan membawa truk korban yang kemudian saya sembunyikan di kawasan Kepahyang. Dari uang Rp 86.100.000 milik korban yang kami rampok, saya mendapat bagian Rp 16.000.000,” tutupnya.

Sedangkan Sugianto (30), kakak tersangka Suwarno yang tewas dalam baku tembak dengan polisi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, jika adiknya Suwarno kesehariannya bekerja sebagai petani karet. “Suwarno telah berkeluarga dan kini memiliki satu anak. Dengan telah tewasnya adik saya ini, kami selaku keluarganya ikhlas. Sebab, hal ini terjadi sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan adik saya Suwarno. Kemudian untuk jenazah Suwarno akan kami bawa ke rumah duka yang selanjutkan dimakamkan di TPU Nibung Jadi Mulaya I Kabupaten Murata,” ujarnya. (ded)

Publisher : Alwin

Alwin

Lihat Juga

Uji Coba LRT Palembang Dilakukan Tertutup

Palembang, KoranSN Light Rail Transit (LRT) Palembang, tadi malam Senin (21/5/2018) dilakukan uji coba secara ...

error: Content is protected !!