Perampok Sadis Todongkan Pistol ke Kepala Pengusaha Kaca di Kemuning

Kapolsek Kemuning Palembang, AKP Robert P Sihombing saat menginterogasi tersangka Deni dan Joni. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kawanan perampok yang berjumlah empat pelaku melancarkan aksinya di kediaman pengusaha kaca, yakni Rizal (41) di Jalan Lebak Rejo Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning Palembang.

Dalam aksi tersebut perampok menodongkan senjata api rakitan tepat di kepala Rizal. Kemudian perampok mengancam menembak korban dan keluarga. Usai mengancam korban, para perampok merampas uang Rp 30 juta yang ada di lemari kamar korban, 6 unit handphone dan perhiasan emas.

Setelah merampok, kawanan perampok melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Sementara korban membuat laporan ke Polsek Kemuning Palembang. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap dua tersangka dari empat pelaku perampokan di rumah korban tersebut.

Adapun kedua tersangka yang ditangkap yakni; Deni (33), warga Jalan Tegal Binangun Plaju Darat Kecamatan SU II Palembang dan tersangka Joni Arifin (29), warga Jalan Kapten Robani Kadir Lorong Hikmah III Talang Putri Kecamatan Plaju Palembang.

Kedua tersangka ini ditangkap saat sedang berada di kawasan Plaju. pihak kepolisian terpaksa melumpuhkan kedua kaki Deni dan Joni dengan timah panas, lantaran saat ditangkap kedua tersangka melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing didampingi Kanit Reskrim Ipda Arlan, Jumat (26/10/2018) mengatakan, perampokan tersebut terjadi, Minggu 7 Oktober 2018 lalu pukul 11.30 WIB siang. Dalam aksinya keempat perampok masuk ke rumah korban dengan mencongkel pintu depan rumah.

“Ketika kejadian korban dan keluarga sedang berada di dalam rumah. Namun korban tidak mendengar saat kawanan perampok ini merusak pintu rumahnya. Kemudian disaat perampok ini berhasil masuk ke rumah, saat itulah tersangka Deni yang telah berhasil kami tangkap menodongkan senjata api ke kepala korban Rizal yang merupakan pengusaha kaca di Palembang,” kata Kapolsek saat gelar ungkap kasus di Mapolsek Kemuning.

Baca Juga :   Alex Noerdin Kecewa, Tinjau Kerusakan Gelora Sriwijaya Jakabaring

Masih dikatakan Kapolsek, karena korban ditodongkan senjata api dan diancam akan ditembak, hingga membuat korban dan keluarga diam tak melakukan perlawanan.

“Ada empat pelaku yang merampok di rumah korban. Namun yang masuk ke dalam rumah hanya tiga pelaku, sementara satu pelaku lainnya menunggu di luar rumah mengawasi situasi di sekitaran. Adapun peran para perampok tersebut yakni; tersangka Deni berperan menodongkan senjata api ke korban, tersangka Joni yang juga telah kami tangkap berperan mengambil uang dan barang berharga milik korban. Sementara dua pelaku yang masih buron, yakni Ican (DPO) berperan membantu tersangka Joni mengambil barang berharga di rumah korban, dan pelaku Tomy (DPO) yang juga masih buron memiliki peran mengawasi situasi sekitar,” paparnya.

Tersangka Deni dan Joni saat diamankan di Polsek Kemuning.

Lanjut Kapolsek, usai mengambil uang dan barang berharga milik korban selanjutnya para perampok melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Dari kejadian tersebut kamipun melakukan penyelidikan hingga kami berhasil menangkap tersangka Deni dan Joni beserta barang bukti senjata api rakitan. Sedangkan dua pelaku lagi yakni, Ican dan Tomy masih dalam pengejaran. Kami himbau kedua pelaku yang belum tertangkap ini segera menyerahkan diri sebelum kami tangkap dan diberikan tindakan tegas. Sebab, komplotan perampok ini merupakan perampok sadis yang tidak segan melukai korbannya. Sementara untuk tersangka Deni dan Joni yang telah tertangkap kami jerat dengan Pasal 365 KUHP,” tegas Kapolsek.

Sementara Korban Rizal saat ditemui di Mapolsek Kemuning mengatakan, saat kejadian tiga perampok menggunakan penutup wajah masuk ke dalam rumahnya, sedangkan satu pelaku lagi tidak mengenakan penutup wajah menunggu di luar rumah.

“Saat kejadian kami tidak mendengar pelaku merusak pintu depan, karena ketika itu saya dan keluarga serta pembantu sedang berada di ruang tengah. Tiba-tiba, kami dikagetkan para perampok yang sudah masuk ke dalam rumah sambil mengacungkan senjata api,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dua Siswi SMK di Palembang Tewas Tenggelam di Banyuasin

Masih dikatakan korban, selain mengacungkan senjata api saat kejadian para perampok meminta dirinya dan keluarga tiarap.

“Hanya satu pelaku yang membawa pistol, kalau pelaku lainnya membawa obeng dan pisau. Ketika kejadian, kepala saya ditodong pistol kemudian perampok tersebut mengatakan “Kami hanya mau ambil harta kamu, jangan teriak dan melawan atau saya tembak kepala kamu”. Karana diancam dan takut anak, istri dan pembantu terluka makanya saya tidak melakukan perlawanan, sehingga para perampok mengambil uang, HP dan perhiasan emas milik istri saya,” tandas korban.

Sedangkan tersangka Deni mengatakan, saat melakukan perampokan di rumah korban dirinya berperan membawa senjata api mengancam korban.

“Senjata api yang saya gunakan saat merampok merupakan milik Ican (DPO), sedang untuk ide perampokan merupakan ide dari Ican dan Tomy (DPO). Saya merampok baru satu kali ini, itupun saya lakukan karena sedang butuh uang untuk berobat anak yang sedang sakit. Dari itulah saya mau saat Ican mengajak merampok,” ujar pria yang keseharian penjual ikan ini.

Ditambahkan tersangka Joni, dalam aksi perampokan di rumah korban dirinya berperan mengambil uang dan perhiasan korban yang berada di dalam kamar.

“Saat merampok saya hanya membawa obeng. Perampokan yang kami lakukan merupakan ide Ican dan Tomy, bahkan usai merampok Tomy yang membagikan uang hasil rampokan. Dimana saya dan Deni masing-masih hanya menerima uang bagian Rp 3.600 ribu dan satu unit handphone,” tutup tersangka Joni. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Penyidik Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta, KoranSN Penyidik menemukan fakta baru bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh …