Pergi ke Sawah, Warga SP Padang Tewas Kecelakaan

JENAZAH - Tamapak Jenazah Kartolo saat di Rumah sakit. (foto-deni/koransn.com)
JENAZAH – Tamapak Jenazah Kartolo saat di Rumah sakit. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Naas dialami Kartolo (42), warga Desa Sedang Menang Kecamatan Sirau Pulau (SP) Padang Kota Kayu Agung, Minggu malam (23/10/2016) pukul 19.30 WIB tewas saat sepeda motor yang dikendarainya untuk pergi ke sawah kecelakaan dengan mobil minibus yang dikendarai Rizky Muhendry.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat korban mengendarai sepeda motornya untuk pergi bersawah di Desa Air Sugian Jalur 13. Namun saat korban melintasi kawasan Desa Sako Kecamatan Rambutan, tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil minibus yang dikendarai Rizky Muhendry datang dengan kecepatan penuh.

Korban yang kaget tak bisa menghindari sehingga sepeda motor yang dikendarainya mengalami takbarakan dengan mobil minibus tersebut. Atas kejadian itu korban terpental jauh hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Asep Supriyadi, yang mendapatkan informasi tersebut langsung memerintahkan petugasnya yang berada di Pos Laka Sungai Pinang untuk mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.

“Karena rumah sakit lokasinya sangat jauh dari kejadian, kita membawa korban ke RSUD Palembang Bari guna dilakukan evakuasi.

Kejadian itu terjadi di Desa Sako Kecamatan Rambutan. Sedangkan sopir minibus bernama Rizky Muhendry, sudah diamankan dan kini sopir tersebut masih diminta keterangan atas kejadian kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Brimob Polda Sumsel Amankan 20 Ton Minyak Illegal

Sementara, saat ditemui di RSUD Palembang Bari, anak korban Rendi menjelaskan, kecelakaan yang terjadi membuat ayahnya mengalami patah tangan sebelah kanan, patah kaki sebelah kiri, luka robek di paha kanan, dan luka di bagian kepala.

“Sebelumnya, ayah saya pamit untuk pergi ke sawah. Saat menghidupkan sepeda motornya, saya disuruh ayah untuk mengambil kiriman uang dari kakak sebesar Rp 1 juta, untuk kebutuhan bersawah,” akunya.

Dilanjutkan Rendi, saat mengambil uang ayahnya tersebut, korban sempat menitipkan pesan jika korban akan pulang lebih sorean dari biasanya, sekitar pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB.

“Ayah tak memberitahukan alasan kenapa akan pulang lebih sore dari biasanya. Namun saat saya sudah pulang mengambil uang di bank, ayah saya belum juga kunjung pulang ke rumah,” katanya.

Namun, masih kata Rendi, sekitar pukul 20.00 WIB malam ia mendapatkan kabar dari pamannya Hajar yang tinggal di Jalur 13. Ketika itu Pamannya mengatakan jika ayahnya terlibat kecelakaan.

“Mendapatkan kabar itu, saya dan ibu saya Elinda (38), sempat tidak percaya tapi saat seorang petugas kepolisian menelepon dan mengatakan ayah saya sudah meninggal dunia karena ditabrak mobil, saya dan ibu langsung menuju rumah sakit tempat ayah saya dibawa polisi,” ceritanya.

Baca Juga :   Bareskrim Limpahkan Tahap Dua Kasus Pemalsuan Surat Djoko Tjandra

Menurut Rendi, ayahnya tersebut sosok orang tua yang bisa menjadi panutan karena didikannya ia bisa selalu menjadi juara di sekolahnya.

“Ayah orangnya sangat rajin dan selalu mendidik dan mengajari kami untuk mandiri dan pintar dalam menuntut ilmu. Setiap kami ada pekerjan yang berat, ayah tak sungkan untuk membantu kami, ia selalu menyemangati kami untuk menjalani kehidupan,” ujarnya.

Sedangkan istri korban, Elinda tak bisa berkata apa-apa. Elinda tampak tak henti meneteskan air mata saat melihat jenazah suaminya yang sudah terbujur kaku. “Saya tak percaya jika dihadapan saya ini adalah suami saya,” tuturnya berurai air mata. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Jakarta, KoranSN Tim penyidik gabungan Polri menetapkan delapan orang tersangka, dalam kasus kebakaran Gedung Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.