Senin , November 19 2018
Home / Lacak / Perkara Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang Siap Disidangkan

Perkara Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang Siap Disidangkan

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat menujukan uang yang disita dari tersangka “M” selaku pihak rekanan dari perusahaan di Jakarta. (Foto-Istimewa/Dok)

Palembang, KoranSN

Kepala Kejari (Kajari) Palembang, Asmadi mengatakan, perkara dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Palembang tahun 2016 dengan tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ siap disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tipkor Klas I A Palembang. Sebab saat ini pihaknya sedang menyiapkan berkas perkara tersebut untuk segera dilimpahkan ke pengadilan.

Menurutnya, karena berkasnya masih disiapkan oleh jaksa Kejari Palembang dari itulah berkas belum dilimpahkan usai pihaknya melakukan tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti) dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut.

“Jadi untuk berkasnya belum dilimpahkan ke pengadilan, sebab saat ini jaksa sedang menyiapkan berkasnya,” ungkap Kajari Palembang, kemarin.

Disinggung apakan dalam dugaan kasus korupsi lift BPKAD Palembang tersebut nantinya akan ada tersangka baru yang dapat terungkap? Dikatakan Kajari, jika sejauh ini belum ada tersangka baru dalam perkara tersebut.

“Untuk tersangka baru belum ada, akan tetapi semua tergantung dari perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut,” tutup Kajari.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, jika berkas perkara tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ segera dilimpahkan pihaknya ke Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang.

Menurut Andi, pelimpahan tersebut dikarenakan berkas tersangka ‘AR’ oknum PNS Pemkot Palembang dan tersangka ‘MA’ selaku pihak rekanan, sebelumnya sudah dilakukan tahap dua dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Jadi, untuk berkas perkara dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Palembang tersebut, awal Oktober 2018 ini kita limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang,” katanya.

Menurut Andi, sambil menunggu pelimpahan berkas maka saat ini pihaknya masih menyusun surat dakwaan.

Lift yang berada di Kantor BPKAD Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com)

“Saat ini kami masih meneliti dan menyusun surat dakwaan kedua tersangka,” ujarnya.

Masih dikatakan Andi, sedangkan untuk tersangka baru dari Pejabat Pemkot Palembang dalam dugaan kasus ini kemungkinan ada. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu hasil dari persidangan kedua tersangka.

“Dalam sidang nanti akan terungkap peran tersangka ‘AR’ dan ‘MA’, peran para saksi termasuk peran Kepala BPKAD Palembang saat itu, serta peran panitia lelang dan penyedia pekerjaan pengadaan lift tersebut. Apabila dari peran mereka ini ditemukan bukti adanya keterlibatan maka akan dilakukan penyidikan guna dimintai pertangungjawaban secara hukum. Jadi, saya menilai jika dalam perkara ini untuk tersangka baru dari Pejabat Pemkot Palembang tidak menutup kemungkinan ada,” tegas Andi saat itu.

Diketahui, dalam mengungkap dugaan kasus korupsi tersebut, Kejari Palembang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan hingga tahap dua yakni penyerahan tersangka beserta barang.

“Jadi untuk dugaan korupsi pengadaan lift BPKAD Palembang ini kami selalu koordinasi dengan KPK. Bukan hanya itu dalam tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ yang dilakukan kami dari Kejari Palembang juga berkonsultasi dengan KPK,” kata Kasi Pidsus, Andi Andri Utama saat melakukan tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ di Kejari Palembang, Selasa lalu (18/9/2018).

Masih dikatakan Andi, dalam tahap dua tersangka tersebut memang pihaknya dari Kejari Palembang tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak ditahan selama proses penyidikan, serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah, dalam tahap dua ini kedua tersangka tidak kami tahan,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Hasil dari penyelidikan Kejari Palembang ditemukan bukti dugaan pidana korupsi hingga negara mengalami kerugian Rp 310 juta. Bahkan dalam dugaan kasus ini jaksa penyidik telah menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

“Untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya saksi dari Pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya, kami telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan karena ketika dugaan kasus ini terjadi, ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sehingga tersangka ‘AR’ jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama belum lama ini.

Lanjut Andi, dalam dugaan kasus korupsi ini kedua tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Api Hanguskan Rumah Bedeng di Muara Dua

Prabumulih, KoranSN Rumah bedeng dua pintu di kawasan Jalan Thampomas Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih ...

error: Content is protected !!