Minggu , Oktober 21 2018
Home / Gema Sriwijaya / Pertama di Indonesia, Infrastruktur Jalan Muba Menggunakan Campuran SKAT

Pertama di Indonesia, Infrastruktur Jalan Muba Menggunakan Campuran SKAT

Tim saat melakukan pengaspalan jalan berbahan campuran karet di Sungai Lilin. (foto-istimewa)

Sekayu, KoranSN

Anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat membuat keprihatinan bagi Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin. Tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet didaerahnya maka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen mencari solusi alternatif mendongkrak pemanfaatan karet sebagai bahan campuran pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet.

Hal ini dilakukan dengan harapan infrastruktur jalan di Muba lebih baik dan harga karet kembali terdongkrat naik.

“Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter,” ungkap Dodi Reza Alex , Kamis (11/10/2018) di sela launching pembangunan aspal hotmix menggunakan campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) di Desa B4 Mulyorejo Kecamatan Sungai Lilin.

Lanjutnya, untuk tahap awal pembangunan aspal berbahan campuran karet di Muba tersebut di sepanjang jalan 465 meter menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat.

Baca Juga :   Kesal Air PDAM Masih Mati, Ibu-Ibu Talang Baru Naiki Tangki Air PDAM

“Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani khususnya di bumi Serasan Sekate ini,” terangnya.

“Nah, implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini sangat nyata ke depannya akan sangat membantu perekonomian petani karet di Muba,” kata Dodi.

Sementata Plt. Kepala Dinas PUPR Muba, Herman Mayori menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD tahun 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar.

“Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat,”

Menurutnya, ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet dengan teknologi aspal karet berbasis latek, teknologi aspal karet berbasis serbuk karet (SKAT) dan teknologi aspal karet berbasis masterbatch/ kompon padat.

Baca Juga :   Delapan Rumah Penduduk Hangus Terbakar, Warga Kocar-kacir Padamkan Api

“Teknologi yang kita gunakan hari ini, menggunakan teknologi SKAT, yang merupakan implementasi yang pertama diterapkan di Indonesi. Kedepan kita akan berinovasi kembali menggunakan tehnologi berbasis latek. Selain itu keunggulan aspal karet ini adalah; perkerasan aspal tahan terhadap temperatur dan deformasi, lebih lentur dan fleksibel, kedap air, lebih tahan lama dan mengurangi kebisingan jalan raya ujarnya,” tandasnya.

Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat Kabupaten. (tri)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polres Lahat Apresiasi Kaum Disabilitas Keliling Nusantara

Lahat, KoranSN Salut adalah kalimat yang tepat dan patut disematkan kepada Bibit Wahyudianto, pria asal ...

error: Content is protected !!