Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Dalam Zona Negatif

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo. (Foto-Soimah/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel tercatat masih tumbuh meskipun masih berada dalam zona pertumbuhan negatif di tengah kondisi global dan domestik yang penuh ketidakpastian akibat pandemi. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di The Arista Hotel Palembang, Kamis (3/12/2020).

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Sumsel tercatat sebesar -1,40% (yoy) masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Sumatera yang masing-masing terkontraksi sebesar 3,49% (yoy) dan 2,22% (yoy)”. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Sumsel terutama didorong oleh meningkatnya kinerja investasi yang sempat terkontraksi pada triwulan II 2020.

Baca Juga :   KLHK Apresiasi Pengolahan Sampah Terpadu Patraganik III

“Capaian ini memberikan sinyal positif pelaku usaha sudah mulai melakukan investasi. Kondisi sosial politik yang stabil (zero conflict) di Sumatera Selatan telah menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan pembangunan, investasi, dan pengembangan usaha yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,”ujarnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia
Bagikan :

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Telkomsel Bebaskan Telepon dan SMS untuk Pelanggan Terdampak Bencana Gempa

Jakarta, KoranSN Telkomsel terus berupaya maksimal untuk dapat memulihkan layanan telekomunikasi akibat bencana gempa bumi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.