Selasa , September 25 2018
Home / Headline / Perusahaan Minyak Ilegal di Gandus Digerebek Polisi

Perusahaan Minyak Ilegal di Gandus Digerebek Polisi

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menginterogasi anak buah kapal (ABK) dan pegawai PT Karimata Energi Perdana terkait pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal yang diamankan pihak kepolisian di lokasi penggerebekan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Minggu (16/9/2018) menggerebek PT Karimata Energi Perdana yang berlokasi di Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang. Penggerebekan dilakukan karena perusahaan tersebut mengelolah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan ilegal.

Dari lokasi penyergapan polisi mengamankan sebuah kapal yang sedang bersandar di belakang perusahaan tersebut yang memuat 10 ton solar ilegal. Selain itu polisi juga mengamankan Heriyanto selaku Karyawan PT Karimata Energi Perdana Bagian Operasional, serta lima ABK (Anak Buah Kapal) yang memuat solar. Adapun kelima ABK kapal tersebut yakni; Roni Saluyo, P. Ari Widiyakro, Muhammad Agus Salim, Taufiq Qurahman dan Rudi Hermawan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas RI yang menemukan perusahaan pengelolaan bahan bakar minyak di pinggiran Sungai Musi Kecamatan Gandus, yakni PT Karimata Energi Perdana yang mengelolah solar ilegal. Setiba di lokasi, polisi langsung menyergap dan melakukan pemeriksaan.

“Berdasarkan pemeriksaan di TKP ditemukan satu mobil tangki, selang dan kapal yang memuat BBM jenis solar sebanyak 10 ton. Selain itu di lokasi kami juga mengamankan enam orang, mereka yakni; seorang Karyawan PT Karimata Energi Perdana dan lima ABK kapal. Semua orang tersebut selanjutnya dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kapolda saat mengecek langsung lokasi penggerebekan.

Diungkapkan Kapolda, saat penggerebekan dilakukan pemilik PT Karimata Energi Perdana tidak ada di lokasi. Untuk itu dirinya menghimbau agar pemilik perusahaan tersebut segera hadir ke Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan.

“Nama pemilik perusahaan ini yakni Jonathan King. Kita himbau yang bersangkutan segera datang ke Polda guna menjalani pemeriksaan. Sebab saat ini perusahaanya sudah kami lakukan pengerebekan, selain itu kami juga telah memasang garis polisi di kapal milik perusahaan tersebut dan mengamankan para pegawainya. Jadi, untuk pemiliknya jangan melarikan diri, kami minta segera datang memberikan keterangan ke penyidik,” ungkapnya.

Baca Juga :   Stok Premium Habis, Warga Palembang Terpaksa Beli Pertamax (Foto)

Masih dikatakan Kapolda, terkait penyergapan perusahaan tersebut sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka. Sebab usai penggerebekan dilakukan selanjutnya penyidik akan melakukan tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, pemilik perusahaan serta saksi ahli.

“Dalam proses penyelidikan ini nanti saksi ahli yang akan menilai untuk penetapan tersangkanya, yang jelas saat ini perusahaan tersebut sedang kami lakukan proses hukum. Sebab dari pemeriksaan diketahui jika PT Karimata Energi Perdana ini tidak memiliki izin pengelolaan dan izin niaga Migas. Untuk itu pemilik perusahaan dapat disangkakan Pasal 52 huruf (d) Undang-Undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana 3 tahun penjara dan denda Rp 30 miliar,” ujar Kapolda.

Lanjut Kapolda, sedangkan untuk lokasi pemasaran 10 ton solar yang berada di dalam kapal, sejauh ini masih dalam proses penyelidikan.

“Jadi untuk konsumen atau pembeli minyak solar tersebut itu sudah kontek proses penyelidikan. Untuk itu saat ini kami belum dapat menyampaikannya,” terangnya.

Kapal muatan 10 ton solar yang diamankan polisi.

Kapolda menghimbau, dengan dilakukannya penggerebekan di PT Karimata Energi Perdana diharapkan agar seluruh masyarakat di Sumsel yang memiliki usaha Migas untuk melengkapi perizinan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Untuk yang memiliki usaha Migas kami himbau tolong tertib izinya, kalau kedapatan tidak memiliki izin maka kami tegakan hukum dan untuk pemilik usahanya saya masukan penjara. Sebab, dalam usaha Migas semuanya sudah diatur oleh pemerintah, mana BBM yang bersubsidi dan mana yang BBM untuk industri, termasuk aturan pengelolaan dan penjualannya,” tandas Kapolda.

Baca Juga :   Specialis Jambret Berhasil Dicokok

Di lokasi yang sama, Komite BPH Migas, Ahmad Rizal menambahkan, tetungkapnya perusahaan yang mengelolah solar ilegal tersebut berawal dari Tim Komite BPH Migas RI melakukan pengawasan terhadap perusahaan Migas yang berada di sekitaran Sungai Musi.

“Saat sedang melakukan pengawasan di Sungai Musi Kecamatan Gandus, Tim Komite BPH Migas RI menemukan kapal pengangkut minyak sedang bersandar di pinggiran sungai sehingga tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Setelah dicek, ternyata minyak yang ada di kapal milik perusahaan tersebut dan tidak ada izinya. Untuk itulah kami berkordinasi dengan Polda Sumsel hingga dilakukan penggerebekan di lokasi ini,” pungkasnya.

Sementara Karyawan PT Karimata Energi Perdana Bagian Operasional, Heriyanto yang diamankan oleh pihak kepolisian di lokasi penyergapan mengatakan, sudah sekitar 8 bulan dirinya bekerja di PT Karimata Energi Perdana. Adapun tugasnya yakni melakukan operasional perusahaan mulai dari kebutuhan separt part hingga memastikan minyak yang dikelolah sudah terkirim.

“Memang sehari-hari saya penangungjawab pekerjaan di sini. Tapi saya ini kan hanya pekerja. Jadi saya tidak tahu minyak yang di kapal itu mau dikirim kemana, yang saya tahu sebelum minyak tersebut dimuat ke dalam kapal. Awalnya, minyak itu datang ke lokasi diangkut oleh mobil tangki. Setelah itu barulah minyak dipindahkan ke dalam kapal menggunakan selang,” ungkapnya.

Sedangkan ABK Kapal, Roni Saluyo yang juga diamankan polisi dari lokasi penyergapan mengungkapkan, jika dirinya tidak tahu asal minyak yang ada di lokasi.

“Kami di sini hanya pekerja jadi tidak tahu tentang minyak ini. Selama bekerja di sini, saya bertugas menyambungkan selang untuk memasukan minyak tersebut ke dalam kapal,” ujarnya. (ded)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polsek Sungai Lilin Gagalkan Penyeludupan Ribuan Burung Kolibri Asal Riau

Sekayu, KoranSN Berkat digelarnya kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) secara rutin oleh Polsek Sungai Lilin, ...

error: Content is protected !!