Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / Petani Banyuasin Ramai Ramai Ikut Asuransi

Petani Banyuasin Ramai Ramai Ikut Asuransi

Tunjang SP. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Masyarakat petani di Kabupaten Banyuasin mulai ramai-ramai membuat kartu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Senin (22/10/2018) di Korlap Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin.

AUTP atau asuransi petani tersebut mendapat sambutan baik dari kalangan petani. Karena bagi petani padi, dengan adanya asuransi tersebut dapat menjamin kelangsungan hidup.

Ali Muchtar salah satu petani padi di Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa mengatakan, sangat senang karena petani mulai mendapat jaminan oleh pemerintah.

Dikatakannya, kalau dulu petani masih mengadu nasib, alias kalau gagal panen pasrah dengan takdir, sekarang apabila petani gagal panen maka pemerintah yang ganti dari asuransi pemerintah.

Hal senada dikatakan oleh Asnen salah satu petani padi di Desa Daya Utama, dirinya pernah mendapatkan Rp 6000 ketika padi yang ia tanam tahun 2017 lalu gagal panen akibat diserang hama tikus.

Baca Juga :   Oknum Tenaga Medis Diduga Salah Tentukan Golongan Darah Pasien

“Alhamdulillah, setelah kami ikut asuransi petani, uang modal bercocok tanam pun akhirnya kembali lagi seperti semula,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Banyuasin melalui Kabid Sarplas, Tunjang SP mengatakan, dari informasi yang diperoleh bahwa masyarakat Kabupaten Banyuasin yang sudah ikut asuransi untuk musim tanam Agustus-September sudah memenuhi kuota yang diinginkan oleh dinas pertanian tanaman pangan propinsi Sumsel yakni 5000 peserta.

“Target peserta asuransi petani pada musim tanam Agustus-September sudah cukup, sementara target selanjutnya ialah musim tanam Oktober Maret (Okmar), yang baru dibuka belakangan ini,” ujar Tunjang.

Tunjang mengatakan, untuk pendaftaran sendiri, petani bisa bertanya kepada PPL di desanya masing-masing. Nanti oleh PPL akan di beri penjelasan sesuai dengan syarat dan ketentuan asuransi PT Jasindo.

Baca Juga :   Minta BNK Kembali Aktif

“Yang mengelola keuangan itu PT Jasindo yang berkantor di Palembang, akan tetapi jangan khawatir di setiap desa kan ada penyluh pertanian, maka mendaftar dulu dengan mereka di sana,” ujar Tunjang.

Syatar pendaftaran, patani wajib membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar, dan maksimal hanya 2 hektar yang wajib di ikutkan asuransi petani.

Asuransi petani ini hanya berlaku satu kali musim tanam. Jadi petani hanya membayar premi 1 kali dalam 1 musim. Dan akan berakhir dan dimulai kembali pada musim tanam berikutnya.

Adapun kategori klaim yang bisa ditanggung pihak asuransi adalah Kategori serangan hama penyakit, banjir, kekeringan dan lainnya.

“Ikutlah asuransi tani ini, untuk menjamin kelangsungan hidup petani,” ujar Tunjang. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sidak, Sekda Lahat Januarsyah Temukan Banyak ASN Bolos dan Ruangan Kantor Terkunci

Lahat, KoranSN Tingkat disiplin ASN di Kabupaten Lahat masih jauh dari kata sempurna. Sebab masih …