Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Dari Desa ke Desa / Petani Lebak Rugi Rp 10 Juta/Ha Akibat Kemarau

Petani Lebak Rugi Rp 10 Juta/Ha Akibat Kemarau

Kami diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp10 juta seluas satu hektare tanaman padi,” kata Asnawi (50), seorang petani Desa Sukamanah Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak. (foto-antaranews)

Lebak, KoranSN

Sejumlah petani Kabupaten Lebak, Banten mengalami kerugian akibat dampak kemarau panjang yang menyebabkan tanaman padi mati dan gagal panen.

“Kami diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp10 juta seluas satu hektare tanaman padi,” kata Asnawi (50), seorang petani Desa Sukamanah Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Senin (12/8/2019).

Kerugian tanaman padi itu tentu tidak diduga karena pada akhir Mei 2019 curah hujan tinggi, sehingga petani di wilayahnya melaksanakan gerakan percepatan tanam.

Diperkirakan petani di sini seluas 30 hektare dipastikan gagal panen karena debit sumber air permukaan kali Cidengdong menurun akibat kemarau itu.

Baca Juga :   Forkopimda Peduli: Diana Kaget Didatangi Bupati, Kapolres dan Dandim 0401 Muba

“Kita tidak bisa melaksanakan sistem pompa air untuk menyedot air permukaan kali Cidengdong ke areal persawahan,” ujarnya.

Menurut dia, diperkirakan petani mengalami kerugian hingga Rp300 juta dari lahan seluas 30 hektare dengan biaya produksi rata-rata Rp10 juta/hektare.

Kemarau panjang itu tentu berdampak terhadap pendapatan ekonomi petani, karena tanaman padi gagal panen juga tidak bisa melakukan budi daya tanaman sayuran.

“Kami sekarang pasrah setelah tanaman padi mati akibat kemarau itu,” katanya.

Begitu juga Ujang, seorang petani Desa Wanasalam Kabupaten Lebak mengaku bahwa petani menghadapi kemarau dipastikan mengalami kerugian.

Saat ini, biaya produksi tanaman pangan rata-rata Rp10 juta/hektare mulai upah buruh kolektor, perawatan, pembelian benih unggul sampai pupuk.

Baca Juga :   Murah! Beras Medium Rp 8.500/Kg di Desa Mart

“Kami dipastikan dua hektare tanaman padi gagal panen akibat kekeringan dan merugi Rp20 juta,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriarna mengatakan pemerintah daerah hingga kini belum melakukan penghitungan kerugian akibat dampak kekeringan yang menyebabkan tanaman padi mati.

Namun, pihaknya saat ini membuka Posko Mitigasi Kekeringan dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Berdasarkan data di Posko Mitigasi Kekeringan tercatat seluas 2.760 hektare kekeringan dan terdiri dari seluas 1.984 hektare kategori ringan, seluas 441 hektare sedang dan seluas 335 hektare berat.

Selain itu juga angka tanam hingga awal Agustus 2019 di 28 kecamatan mencapai 35.913 hektare, namun dilaporkan seluas 323 hektare di Kecamatan Wanasalam gagal panen.

“Kami akan menyalurkan bantuan benih jika gagal panen guna meringankan beban ekonomi petani,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati OI: BPD Mitra Kepala Desa Bukan Pesaing atau Rivalnya

Indralaya, KoranSN Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga pemerintahan desa dan sebagai mitra kepala desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.