Petani Plasma Ngadu ke Ketua DPRD Muba

Petani yang tergabung dalam KUD saat mengadukan permasalahan mereka dengan PT MTP ke Ketua DPRD Muba. (foto-sumantri/koransn.com)

Sekayu, KoranSN

Permasalahan antara petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Jaya dan PT Musi Tani Persada (MTP) terus berkembang. Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Jaya, Rojim mengadukan permasalahan mereka ke Ketua DPRD Musi Banyuasin (Muba) Abusari.

Dalam kesempatan itu, Rojim menceritakan keluh kesahnya tentang PT MTP. Menurutnya, persoalan ini berawal sejak tanaman sawit plasma terendam banjir, yang mengakibatkan tanaman sawit mati dan hingga saat ini pihak perusahaan seolah-olah lepas tangan dan hanya memberikan janji.

“Saya sebagai Ketua KUD merasa terjepit saya ditagih 77 kepala keluarga menanyakan kapan persoalan itu teratasi,” kata Rojim saat menghadiri mediasi yang menghadirkan juga perwakilan PT MTP di DPRD Muba, Senin (19/3/2018).

Pihak plasma lanjut Rojim, mempunyai perjanjian Pola pafasit, artinya pekerjaan dilakukan oleh perusahaan, petani hanya menerima ampranya saja namun sudah beberapa bulan ini, petani tidak menerima ampra tersebut.

Baca Juga :   Pahami Gratifikasi, Pemkot Pagaralam Datangkan KPK

“Kami minta sawit yang mati seluas 29 kapling disulam, namun tidak ada jawaban dari perusahaan, namun sekitar 4 bulan baru ada jawaban, yakni tidak bisa disulam namun harus direlokasi, kami merasa pihak perusahaan hanya mengulur waktu saja dan tidak ada kejelasannya. Untuk itu, kami sudah sepakat agar perusahaan mau ganti rugi Rp 50 juta per paket dari 25 paket. Kami beri batas waktu sebulan bila tidak maka kami akan mengklaim lahan tersebut,” beber Rojim.

Menanggapi ini, perwakilan pihak perusahaan menyatakan, dirinya akan melaporkan hasil mediasi ini ke jajaran atau pengambil keputusan di perusahaan. Intinya, mereka tidak keberatan atau menolak apa yang diutarakan oleh pihak KUD Mekar Jaya.

Perwakilan Dinas Perkebunan (Disbun) Muba yang diwakili Ir Murah mengatakan bahwa Disbun Muba telah bersusah payah mengurusi persoalan PT MTP ini, namun tidak bisa terselesaikan.

Baca Juga :   Pasca Natal, 500 Personil di OKI Fokus Amankan Tahun Baru

Setelah mendengarkan penjelasan dari berbagai pihak, Ketua DPRD Muba Abusari yang hadir sebagai mediator berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan.

Ia pun memberikan dua alternatif atau kesimpulan kepada PT MTP, yakni pihak perusahaan harus membayar ganti rugi kepada masyarakat sesuai tuntutan atau pihak perusahaan harus mengembalikan lahan tersebut kepada petani plasma.

“Saya tidak akan mentolerir, saya harus menyelesaikan persoalan masyarakat. Apabila pihak perusahaan tidak menepati janji maka mau tidak mau lahan akan diambil kembali oleh KUD Mekar Jaya,” pungkas Abusari. (tri)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kopi Jadi Program Prioritas Pemkot Pagaralam

Pagaralam, KoranSN Kopi merupakan komoditi perkebunan andalan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Kota Pagaralam sejak …