Home / Dari Desa ke Desa / Petani Semangka Terancam Merugi

Petani Semangka Terancam Merugi

Petani semangka menunjukkan contoh buah semangka yang kerdil.(foto-anas/koransn)

PALI, KoranSN

Petani semangka Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan tanamannya saat ini tumbuh tidak sempurna lantaran warga menduga akibat tercemar debu batubara yang berasal dari aktivitas angkutan batubara PT Servo yang melintas tidak jauh dari kebun mereka.

Dari keterangan Liku (35) salah satu petani bahwa tanaman semangka yang telah berumur satu bulan lebih saat ini daunnya banyak menghitam akibat tertutup debu batubara.

“Akibat tertutup debu batubara, banyak tanaman yang menguning dan buah yang keluar kerdil,” ungkap Liku, Senin (9/9).

Baca Juga :   Banyak Masyarakat Abaikan Gunakan Helm

Keluhan sama diutarakan Man, petani lainnya bahwa untuk musim tanam kali ini dirinya terancam gagal panen.

“Kami sempat demo karena perusahaan tidak peduli dengan kondisi kami. Dan debu batubara diperparah dengan adanya stokfield batubara tidak jauh dari kebun kami. Kami berharap ada kompensasi dari pihak perusahaan akibat kami terancam merugi,” harap Man.

Man juga menyebut bahwa biasanya saat umur tanaman satu bulan lebih, buah semangka yang keluar tumbuh normal serta daun tanaman pun segar dan hijau.

“Dalam satu hektare, biasa kami menghasilkan paling sedikit 35 ton, tetapi kalau melihat sekarang, harapan itu sepertinya akan sirna lantaran banyak tanaman menguning dan buahnya banyak yang kerdil,” katanya.

Baca Juga :   Berkas Dugaan Korupsi DD Kota Raya Darat Lahat P21, Mantan Kades Jadi Tersangka

Terpisah, Yayan Suhendri, Humas PT Servo mengatakan menindaklanjuti keluhan petani yang sempat mengadakan aksi unjuk rasa, pihaknya telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan warga.
“Saat ini kita menunggu tim dari pemerintah yang berkompeten, seperti Dinas LH dan dinas pertanian untuk turun ke lokasi meneliti apakah tanaman petani terdampak adanya aktivitas kita atau akibat kemarau panjang,” kata Yayan.

Diakui Yayan, pihaknya tidak pernah berpangku tangan saat musim kemarau tiba, pasalnya PT Servo secara rutin menyiram jalan untuk mengurangi debu.

“Malah saat ini kami melakukan penyiraman secara maksimal, lima kali dalam sehari,” terangnya.
(ans)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polsek Lubuklinggau Selatan Bagikan Air ke Warga

Lubuklinggau, KoranSN Berbagai upaya Jajaran Polres Lubuklinggau dibawah Komando AKBP Dwi Hartono untuk mendekatkan keberasaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.