Petani Sembawa Mulai Bersiap Tanam Padi

Salah seorang Babinsa membantu petani menggarap sawah. (foto/Siryanto)
Salah seorang Babinsa membantu petani menggarap sawah. (foto/Siryanto)

Banyuasin, KoranSN

Petani di Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin dan Babinsa mulai mempersiapkan lahan pertanian pada bulan Oktober untuk musim tanam 2016/2017.

Suparno (47) warga Desa Santan Sari mengatakan, musim tanam tahun ini bisa lebih cepat karena iklim yang mendukung. Curah hujan sudah normal untuk pembukaan lahan pertanian.

“Saat ini petani di Banyuasin umumnya sedang mulai menanam padi, dan petani tidak ada yang menyia-nyiakan momontum ini,” kata Parno, ditemui Minggu (16/10/2016).

Parno mengatakan, dengan adanya tanam serempak diharapkan akan mengurangi kegagalan panen.

“Kalau disini kendala utama adalah masalah hama tikus, yang menyebabkan gagal panen, pasalnya belum ada kegiatan pembasmian hama tikus,” katanya.

Menurutnya, masyarakat sangat mengkhawatirkan serangan hama tikus, sebab yang diserang tidak tanggung tanggung. Dalam seminggu padi yang mau dipanen bisa habis.

Baca Juga :   MUBA Miliki Storage Minyak Pertama di Indonesia yang Dikelola BUMD

Selain hama tikus kendala petani di Santan Sari adalah pasca panen kesulitan tenaga kerja pemanen. “Kalau saja ada bantuan kiranya petani di Santan Sari sangat membutuhkan alat combine atau alat pemanen padi,” harapnya.

Terpisah, Kepala Pengamat Hama dan Organisme Pengganggu Tanaman (PHP, OPT) Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Suhartono SP saat di konfirmasi mengatakan, dinas belum ada bantuan racun tikus sebelum ada serangan hama tikus.

“Apalagi baru mau tanam, rasanya tidak ada bantuan. Saya sarankan petani di Sembawa menggerakan petani dengan cara gropyokan, atau membasmi tikus bersama-sama,” ujar Suhartono.

Ditambahkannya, setidaknya petani mengadakan ‘gropyokan’ terlebih dahulu, lalu ditangkap ada berapa saja tikus yang berhasil ditangkal lalu difoto dan dijadikan bukti untuk proposal minta bantu racun hama tikus.

Baca Juga :   Pasien Kelas 3 Keluhkan Air RSUD Rupit

Babinsa Desa Santan Sari Heri Budiyanto menambahkan, untuk penanggulangan hama disarankan petani menggunakan metode tanam jajar legowo 4:1 atau 2:1 dengan cara seperti di beberapa petani ternyata teori itu bagus menanggulangi serangan tikus.

“Selain aplikasi racun tikus petani diharapkan membersihkan semak belukar sekeliling tetapi jangan dibakar,” imbuhnya. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Perpani OKI dan Dandim 0402 Latihan Panahan Bersama

Kayuagung, KoranSN Sejumlah atlet panahan binaan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) OKI dan Dandim 0402 OKI/OI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.