Petugas Kebersihan Mogok Kerja, Sampah Menggunung Satu Pekan

Tampak tumpukan sampah menggunung di Pasar Pendopo. (foto/Anasrul)
Tampak tumpukan sampah menggunung di Pasar Pendopo. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Aroma tidak sedap dan bau yang menyengat hidung terasa ketika berada di pasar tradisional Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI.

Pasalnya, lebih kurang sudah lima hari sampah yang terletak tepat di tengah pasar Pendopo itu tidak diangkut oleh petugas kebersihan kabupaten PALI.

Kondisi sampah yang menggunung ditambah akhir-akhir ini yang sering hujan menyebabkan bau busuk tidak sedap itu semakin menjadi.

Kondisi serupa tidak hanya ada di pasar pendopo, tapi juga di rumah-rumah warga. Seperti pantauan awak media pada hari Kamis (27/10/2016), tampak di wilayah Gang Masjid di sepanjang rumah warga terlihat tumpukan sampah yang berkarung-karung.

Bahkan di wilayah ini petugas kebersihan atau tukang angkut sampah sudah tidak melaksanakan kewajibannya sudah hampir satu pekan.

“Iyo dek, sampah disini sudah enam hari dak diambek. Dak tahu kenapa. Karena, sampai hari ini pun pihak kebersihan pemkab PALI belum memberikan alasan,” ujar Abu Bakar (61) warga Gang Masjid ketika dibincangi awak media di sela kegiatannya Kamis (27/10/2016).

Ia juga sangat mengeluhkan kondisi tumpukan sampah di depan rumahnya yang semakin hari semakin membusuk.

Baca Juga :   9-11 Maret, Timnas All Star Tanding di Muba

“Liat lah dewek nah dek tumpukan sampahnyo lah berkarung-karung, sudah enam hari dak diambek. Cuaca hujan pulo, jadi sampah itu makin bau. Apalagi terkadang repot membersihkenyo lagi, karena ayam dan anjing sering buyarin tumpukan sampahnyo,” keluh bapak tiga anak itu seraya menunjukkan tumpukan sampah di depan rumahnya.

Tidak hanya itu, para pedagang di pasar pun mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk dan membusuk.

“Kami jualan jadi serba salah dek, karena bau sampah membusuk. Mano kami jualan makanan. Takutnya pembeli jadi dak galak beli disini,” keluh salah satu pedagang makanan.

Ternyata, tumpukan sampah yang belum diangkut petugas kebersihan Pemerintah kabupaten PALI disebabkan adanya mogok kerja para petugas kebersihan. Mogok kerja tersebut disebabkan sudah empat bulan lamanya para petugas kebersihan itu belum gajian.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mukhlis Nabil Plt. Kepala UPTD Kebersihan ketika dihubungi SN via telpon, Kamis (27/10/2016).

Mukhlis Nabil mengakui 144 petugas kebersihan belum digaji. Namun, untuk lebih tahu persis kapan gaji PHL Kecamatan Talang Ubi akan dibayar, hanya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan  Aset Daerah (DPPKAD) PALI, yang lebih tahu.

Baca Juga :   Penghargaan Jadi Tradisi Berkelanjutan

“Alasan mereka mogok katanya belum gajian empat bulan. Kemudian, pihak kami juga tidak bisa memaksakan. Karena, kata mereka (petugas kebersihan,red) selalu dijanjiin terus untuk gajian, tapi nyatanya belum juga dibayar. Makanya kami tidak bisa melarang mereka mogok kerja,” terang Mukhlis Nabil.

Terpisah, Yobani (60), salah satu petugas kebersihan Pemkab PALI mengakui jika dirinya bersama teman-teman petugas kebersihan yang lain hampir empat bulan belum dibayar gaji.

Untuk keperluan sehari-hari, ia terpaksa menjadi kuli di sekitar terminal pendopo dan Pasar Inpres Pendopo.

“Sudah empat bulan gaji belum di bayar, untuk ongkos makan, aku kerja sampingan  jadi kuli terminal Pendopo dan Pasar Pendopo,” kata Yobani. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

KPUD Ogan Ilir Masih Tunggu Keputusan MA Atas Gugatan Ilyas-Endang

Indralaya, KoranSN KPU Ogan Ilir (OI) masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung (MA), atas gugatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.