Petugas Kesehatan Ambil Swab dari Ratusan Pejabat Pemprov Kepri

Tenaga kesehatan mengambil swab dari orang-orang yang mengikuti kegiatan Gubernur Kepri Isdianto dalam empat hari terakhir. Pengambilan swab di posko khusus di RSUP Kepri. (foto-antaranews)

Tanjungpinang,KoranSN

Petugas kesehatan mengambil sampel lendir (swab) dari tenggorokan dan hidung ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat yang mengikuti sejumlah kegiatan Gubernur Isdianto dalam empat hari terakhir.

Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) Elfiani Sandri, di Tanjungpinang, Jumat mengatakan, delapan petugas kesehatan yang bekerja secara bergantian telah mengambil swab dari sekitar 200 orang di posko khusus yang dibangun setelah terungkap Pu, ajudan Gubernur Kepri, tertular COVID-19.

“Dalam dua hari sudah sekitar 200 orang yang diambil swab. Pemeriksaan swab dilakukan di Laboraturium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam. Mudah-mudahan dalam sehari sudah diketahui hasilnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Kehebatan Daun Katuk, Lancarkan ASI Hingga Atasi Impotensi

Pengambilan swab itu berdasarkan perintah Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah untuk memastikan apakah pejabat tersebut terinfeksi COVID-19 atau tidak. Pengambilan swab dilakukan mulai Kamis (30/7/2020) hingga Sabtu (1/8/2020) mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Sandri sendiri juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut, dan masih menunggu hasilnya. Ia juga menjalani karantina mandiri selama 14 hari, meski pun hasil swab negatif.

Ia ingin memastikan apakah tertular COVID-19 atau tidak karena mengikuti kegiatan Isdianto sehari setelah Isdianto dilantik sebagai Gubernur Kepri di Istana Negara.

“Sampai sekarang juga belum diketahui siapa yang menulari COVID-19 ke Pu,” katanya.

Baca Juga :   Praktisi Kesehatan Nilai Gorontalo Harus Evaluasi PSBB dengan Cermat

Sebelumnya, Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan swab dari tubuhnya dan Gubernur Kepri sudah diambil. Ia dan gubernur juga menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Arif merasa tubuh sehat, begitu pula dengan gubernur, namun pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas,” ucapnya. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Rekomendasi Tentang Tidur Anak per Malam

Jakarta, KoranSN Pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19, para ahli kesehatan mengingatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.