PHL dan TKS DLHP Datangi Kantor DPRD Muratara

Tampak Ketua DPRD Muratara, Efriansyah saat menerima PHL dan TKS DLHP Kabupaten Muratara di gedung DPRD Muratara. (foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara, Selasa (11/2/2020).

Kedatangan mereka menuntut agar tidak dibebankan biaya jika diadakan tes urine sebagai syarat perpanjangan surat keputusan (SK) kerja di instansi tempat mereka bekerja oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Muratara.

“Kami tidak kenal narkoba begitupun sejenisnya, jika diadakan tes urine kami tidak mau dipungut biaya. Gaji kami kecil, kami tidak perlu tes urine. Dan kami berharap kepada Pemkab Muratara agar tidak melakukan ancaman dengan cara tidak diperjang SK apabila kami tidak melakukan tes urine ini,” kata salah satu peserta demo saat menyampaikan keluhannya di gedung DPRD Kabupaten Muratara yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :   Sungai Musi Meluap, Akses Dua Desa Terputus

Kedatangan para PHL dan TKS DLHP ke gedung DPRD tersebut langsung diterima oleh Ketua DPRD Muratara Efriyansyah.

Dalam kesempatan itu, Efriyansyah mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi kepada pihak Pemkab Muratara agar tidak membebani biaya tes urine kepada PHL dan TKS.

“Nanti kami akan rapat dan musyawarah kembali agar diadakan kebijakan lain, kami paham jika gaji kalian sudah kecil dan sangat tidak memungkinkan untuk dipotong,” kata Efriansyah.

Ia mengungkapkan, dari awal pihaknya sudah memberikan saran kepada Pemkab Muratara agar tidak membebani biaya tes urine kepada PHL dan TKS di Kabupaten Muratara.

Baca Juga :   Warga Empat Desa Tuntut Kuota Kerja ke PT BSS

“Kami mengerti keinginan dari PHL dan TKS, kami jamin tidak akan membebani biaya tes urine kepada PHL dan TKS jika iti dilaksanakan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala DLHP Kabupaten Muratara, H. Zulkifli menyarankan kepada PHL dan TKS untuk kembali bekerja, kalau masalah tes urine ini gaji kalian tidak akan dipotong.

“Kami berharap kepada kalian (PHL dan TSK red) untuk kembali bekerja semaksimal mungkin, masalah tuntutan kalian nanti akan dibahas kembali,” katanya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Penanganan COVID-19 Telusuri  157 Warga Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN   Setiap hari penelusuran warga yang beresiko terpapar virus corona atau COVID-19 di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.