Pihak Perusahaan Pembeli Gas Diperiksa Kejati Sumsel

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khaidirman

Palembang, KoranSN

Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Selasa (10/12/2019) memeriksa pihak dari PT Talisman Energi sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Demikian dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, pemeriksaan kempat saksi dari PT Talisman Energi tersebut dilakukan Jaksa Penyidik di ruang pemeriksaan Kejati Sumsel.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu Jaksa Penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, pemeriksaan kepada para saksi tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyidikan yang dilakukan Jaksa Penyidik dalam perkara ini.

“Jadi dalam tahap penyidikan yang dilakukan ini, Jaksa memeriksa sejumlah saksi untuk diambil keterangannya dan juga mencari barang bukti,” katanya.

Disingung terkait jadwal pemeriksaan pejabat Pemprov yang diagendakan juga akan diperiksa sebagai saksi? Diungkapkannya jika sejauh ini belum dijadwalkan untuk pemeriksaan tersebut.

“Balum ada jadwalnya, sejauh ini baru empat saksi dari perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE yang diperiksa,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat dua pejabat Pemprov Sumsel yang mangkir atau tidak menghadiri panggilan dari Kejati Sumsel. Kedua saksi tersebut yakni; ‘AJ’ dan ‘NU’. Saksi ini tidak menghadiri panggilan sesuai jadwal yang sudah ditentukan jaksa penyidik, dimana untuk ‘AJ’ tidak menghadiri pemanggilan pada Selasa (3/12/2019). Sedangkan ‘NU’ tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel pada Kamis (5/12/2019).

Baca Juga :   Mayat Bayi Ditemukan di Tempat Sampah di Swadaya Kemuning

“Adapun saksi yang tidak hadir untuk kami periksa yakni ‘AJ’ dan ‘NU’ yang keduanya selaku pejabat Pemprov Sumsel,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto saat itu.

Masih dikatakan Hendri Yanto, di PT PDPDE ‘AJ’ dan ‘NU’ merupakan pengawas di perusahaan PT PDPDE. Dengan tidak hadirnya kedua saksi dalam pemanggilan ini maka pihaknya akan mengagendakan ulang pemangilan.

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini Senin lalu (14/10/2019), Kejati Sumsel juga melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Dijelaskan Khaidirman, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Nah, perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Baca Juga :   13 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

Untuk diketahui, sebelumnya Mudai Madang usai diperiksa Kejati Sumsel sebagai saksi,Jumat lalu (5/4/2019) mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya ke Kejati hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Diduga Napi di Lapas Banyuasin Kendalikan Peredaran Sabu, 2 Kurir Ditangkap Polsek Sukarami 

Palembang, KoranSN M Feby (26), warga Lorong Asrama Haji Kebun Bunga Kecamatan Sukarami dan Edu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.