Home / Lacak / Pijat Terapi WNA Ilegal di Palembang Patok Tarif Rp 4,5 Juta Untuk Satu Pasien

Pijat Terapi WNA Ilegal di Palembang Patok Tarif Rp 4,5 Juta Untuk Satu Pasien

Kepala Kantor Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hury saat merilis tangkapan 20 warga negara asing. (foto/Ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury, Kamis (10/1/2018) mengatakan, dari pemeriksaan 20 warga negara asing (WNA) ilegal yang diamankan karena membuka pijat terapi di Ballroom Novotel Palembang, diketahui jika untuk satu pasien dipatok harga Rp 4,5 juta.

Diungkapkannya, jika saat diamankan para WNA itu baru satu hari melakukan kegiatan pijat terapi. Meskipun demikian, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sudah sekitar 100 lebih pasien yang mengikuti pijat terapi.

“Dalam melakukan trapi, mereka mematok tarif Rp 4,5 juta untuk satu pasiennya. Bahkan para pasiennya bukan hanya warga Palembang saja, melainkan ada juga warga dari Pulau Jawa. Hal dikarenakan, sebelum mereka kami tangkap, para WNA ini sudah berhasil melakukan kegiatan terapi di Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan hingga saat mereka membuka di Palembang, mungkin pasien yang lama juga datang ke Palembang untuk mengikuti pengobatan pijat terapi. Namun baru satu hari mereka di Palembang, kami langsung melakukan penangkapan,” katanya.

Baca Juga :   Melawan Saat Ditangkap, Warga Banyuasin Tersungkur Usai Dipelor Tim Jatanras

Lebih jauh dikatakannya, adapun modus para WNA dalam mencari pasien yakni menggunakan sisitem online. Sehingga diamanapun WNA ini membuka tempat praktek maka akan didatangi oleh para pasiennya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkumham Sumsel mengamankan 20 WNA asal Negara Malaysia, Belgia, RRC dan Hongkong yang membuka pijat terapi di Ballroom Novotel Palembang. Para WNA ini diamankan karena melanggar penggunaan pasport wisata yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan usaha komersial.

Ke-20 WNA yang diamankan tersebut terdiri dari 11 pria dan 9 wanita, mereka yakni; Leong Yann Kong alias Cris Lee selaku pimpinan pijat terapi dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey selaku pihak penunjuk jalan hingga para WNA tiba di Palembang.

Sedangkan untuk WNA lainnya berperan sebagai pekerja terapi, mereka yakni; Diong Cha Ying, Chin Guan Chian, Chap Lai Kin, Liew Jung Ting, Muhamad Eddi, Cho Jian Bin, Lee Yoon Shen, Widad, Cheong Siew Kiat, Lim Yoke Yean, Kahirul Azhar, Chan Kai Wen, Fong Chen Kin, Ng Mein Ming, Li On Ki, Hou Chun, Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing.

Baca Juga :   Senin, Kapolri Lantik Kapolda Sumsel

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari pihaknya mendapati informasi jika ada puluhan WNA yang masuk ke Kota Palembang. Menindaklanjuti informasi tersebut kemudian dirinya melakukan operasi inteligen dengan sandi Musi Bergerak.

“Setelah tim kami turunkan melakukan penyelidikan, hasilnya diketahui jika puluhan WNA ilegal berada di suatu gedung yakni di ballroom Novotel Palembang. Setelah dicek, ternyata para WNA itu melakukan kegiatan usaha komersial, yakni pijat terapi. Dari itulah petugas melakukan pemeriksaan, dan ternyata pasport mereka hanya untuk wisata atau kunjungan, bukan pasport bekerja atau untuk melakukan kegiatan usaha. Dari itulah, 20 WNA tersebut langsung kami amankan,” ujarnya saat menggelar ungkap kasus di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel Palembang. (ded)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Perampok Bidan di Ogan Ilir Diringkus

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Minggu (17/3/2019) berhasil ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.