Pimpin KPPI Sumsel, Anita Bertekad Lindungi Ibu dan Anak

Ketua Pimpinan Wilayah KPPI Sumsel, Anita Noeringhati saat memberikan sambutan. (foto/Anton Wijaya)
Ketua Pimpinan Wilayah KPPI Sumsel, Anita Noeringhati saat memberikan sambutan. (foto/Anton Wijaya)

Palembang, KoranSN

Politisi Partai Golkar Sumsel, Anita Noeringhati secara resmi diamanatkan menjadi Pimpinan Wilayah Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Selatan (Sumsel) bertempat di ruang rapat Ikatri DPRD Sumsel, Kamis (24/11/2016).

Selain meningkatkan peran serta perempuan dalam perpolitikan, KPPI Sumsel yang diprakarsai perempuan dari 11 partai politik (Parpol) ini, bertekad melindungi ibu dan anak dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Meski sudah ada peraturannya, ternyata korban kekerasan masih juga marak. Sekarang kita pertanyakan, apakah aturan yang tidak dipahami atau masyarakat yang tidak memahami UU KDRT itu,” ungkap Anita.

Anita juga mengkritik, sosialisasi yang dilakukan selama ini, pasalnya sosialisasi UU KDRT kerap hanya melibatkan kalangan ibu rumah tangga, sementara suami terkesan diabaikan, padahal pelaku KDRT kerap dilakukan oleh pria.

Baca Juga :   Wagub Targetkan Sumsel Juara Porwil 2019 Bengkulu

“Memang dalam sosialisasi UU KDRT yang diundang itu banyak ibu-ibu, ini kan salah sasaran,” tukasnya.
Menurut Anita, permasalahan ekonomi menjadi alasan utama terjadinya KDRT. “Karena desakan ekonomi ini pelampiasan yang pertama ke keluarga, ibu kesal pelampiasan ke anaknya, suami kesal diluar, istri yang jadi sasaran. Ini tugas kita dari DPRD untuk sosialisasi perlindungan anak dan istri tentang dampak sosial dan hukum,” ujarnya.

Anita juga menyayangkan, hukuman pelaku KDRT sering tidak maksimal, hal ini menurutnya tidak akan menimbulkan efek jera. “Tolong pelaku KDRT itu dihukum berat, karena kalau tidak begitu, apalagi ada perdamaian, ini tidak akan menimbulkan efek jera,” katanya.

Baca Juga :   Pengamanan KPU Sumsel Diperketat

Sementara Sekretaris Jendral (Sekjend) KPPI Pusat, Dwi Septiawati mengatakan, kedepan politisi perempuan harus membuktikan diri dengan memiliki kemampuan, kapabilitas dan kualitas dan juga memiliki jiwa enterpreneur.

“Kalau ini dibangun (enterpreneur) tidak akan terjadi pengerukan dana rakyat. Kita sedih, kalau ada yang terkena OTT, apalagi itu perempuan,” ucapnya. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …