Pintu Air Irigasi Tersumbat, 3000 Ha Padi Gagal Tanam

Tampak warga sedang bergotong royong membersihkan pintu air irigasi. (foto/ist)
Tampak warga sedang bergotong royong membersihkan pintu air irigasi. (foto/ist)

Empat Lawang, KoranSN

Banjir yang melanda Desa Talang Padang, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang menyisakan keluhan masyarakat, terutama petani di desa setempat. Sebab, banjir membuat kerusakan tanaman yang umumnya baru bercocok tanam.

Akibat banjir, areal persawahan sekitar 3.000 hektare mengalami kekeringan, pasalnya, pintu air irigasi untuk pengaliran air tertutup oleh sisa-sisa pepohonan. Selain itu, saluran menjadi dangkal, lantaran material, berupa tanah mengendap di dasar sungai.

Untuk mengalirkan air ke areal persawahan para petani secara bergotong royong terpaksa melakukan pembersihan pintu air, serta mengeruk material endapan secara manual, menggunakan peralatan seadanya, Kamis (24/11/2016).

Erzan, warga Desa Talang Padang mengatakan, selain membutuhkan jembatan gantung sebagai sarana penyemberangan ke areal persawahan, normalisasi sungai merupakan kebutuhan mendesak bagi para petani. Buktinya, pasca banjir bandang beberapa hari lalu, pengaliran air ke areal persawahan tersumbat. Selain akibat tertutupnya pintu air oleh sampah bekas pepohonan, endapan material membuat saluran menjadi dangkal.

Baca Juga :   Program Prioritas Harus Terakomodir

“Kami terpaksa bergotong royong melakukan pembersihan, agar air bisa mengalir ke persawahan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah, agar permasalahan seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Lanjutnya, dampak banjir bandang luapan Sungai Air Keruh beberapa hari lalu, areal persawahan sekitar 3000 hektare yang ada gagal tanam. Karena, padi yang baru ditanamam terbawa arus dan terendam lumpur. Petani banyak berharap agar musibah ini bisa diminimalisir oleh pemerintah dengan melakukan normalisasi sungai.

“Daerah kami memang menjadi langganan banjir bila musim hujan, dari tahun ke tahun banjir selalu terjadi yang mengakibatkan kerugian besar petani. Hendaknya, hal ini diperhatikan oleh pemerintah, karena Kecamatan Paiker umumnya merupakan sentra pertanian yang menjadi daerah penyuplai beras terbesar di Kabupaten Empat Lawang,” terangnya.

Baca Juga :   Tim Dayung Sekretariat DPRD Muba Sabet Juara Satu Lomba Perahu Bidar

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) H. A Fauzi didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Khairul Saleh mengatakan, usulan untuk pembangunan jembatan gantung di Desa Talang Padang belum masuk ke dinasnya. Pihaknya juga tidak bisa menjamin usulan tersebut bisa dikabulkan. Pasalnya, keterbatasan anggaran, terutama pada Tahun Anggaran 2017 ini.

“Ya, kalau ada usulan masukanlah dulu, tapi kita tidak bisa jamin bisa direalisasikan. Pasalnya, anggaran yang ada tidak memungkinkan. Ya, pada tahun 2017 ini, anggaran kami hanya Rp 15 Milyar,” tandasnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Herman Deru Disambut Ribuan Muslimat NU

OKUT, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menghadiri pengajian akbar Muslimat NU di …