Home / Gema Sriwijaya / Pipa Korosi Cemari Kolam, Medco Belum Bisa Bayar Ganti Rugi Kepada Warga PALI

Pipa Korosi Cemari Kolam, Medco Belum Bisa Bayar Ganti Rugi Kepada Warga PALI

Suasana mediasi antara warga dan PT Medco. (Foto-Anas/Koransn)

PALI, KoranSN

Terkait permasalahan belum usainya ganti rugi yang timbul akibat dari pipa minyak mentah jalur tranfer Jene – Pengabuan milik PT Medco E&P yang bocor akibat korosi, di Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Jum’at (10/11/2017) yang lalu, belum juga menemukan titik terang.

Bahkan saat pihak DPRD Kabupaten PALI mencoba melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan masyarakat Desa Suka Maju kemarin (13/2/2018), titik terang persetujuan soal ganti rugi pun belum kunjung ada.

Dari hasil mediasi yang dilakukan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten PALI pada Selasa (13/2/2018) kemarin, pihak perusahaan Medco belum juga memastikan akan membayar ganti rugi yang telah disepakati pada rapat yang langsung dipimpin ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono.

Kendati demikian, ketua Dewan berharap agar pihak perusahaan menjalankan keputusan yang telah di tentukan pada pertemuan tersebut.

“Belum final, tapi kami selaku dewan sudah tawarkan mengambil jalan tengah, seperti contoh, ganti rugi karet permintaan warga Rp 10.000,00/kg, sedangkan Medco menawar dengan harga Rp 1.500,00/kg, lalu dilanjutkan dengan negosiasi lagi dan alhasil jadi 6000/kg untuk karet yang terkena minyak mentah dari pipa Medco tersebut.” terang Soemarjono, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut, politisi PDIP ini menjelaskan bahwa untuk ganti rugi tanam tumbuh, merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2017.

“Untuk pelaksanaan persetujuan (dari pihak Medco) tanggal 19 Febuari nanti, pelaksanaan pembayaran tanggal 26 Febuari 2018, jika manajemen perusahaan menyetujui, jika tidak maka akan berlanjut lagi.” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Suka Maju, Rudini, menerangkan bahwa hal ini merupakan keteledoran pihak perusahaan yang mana pipa korosi tersebut terletak di KM 62 jalur tranfer Medco, dan tepat berada diatas kolam rendaman getah warganya.

“Kalau untuk lokasi itu merupakan kolam ikan dan tempat rendaman getah warga, jadi untuk hasil getah direndam didalam kolam tersebut, jumlahnya sebanyak 642 keping getah karet siap jual. Nah disini warga meminta ganti rugi sebesar 10000/kg, dengan asumsi perkepingnya seberat 50 kg. Namun, pihak perusahaan menawar dengan harga yang tidak sesuai, makanya kami meminta dimediasi oleh dewan melalui komisi II,” jelas Kades.

Terpisah, pihak Medco E&P, melalui Governman relation Indonesia West Asset, Yulianto, pihaknya akan mengajukan hasil rapat tersebut kepada manajemennya terlebidahulu.

“Medco tetap bertanggujawab, sesuai dengan aturan yang berlaku dan nantinya kita akan ajukan terlebih dahulu mengajukan pada manajemen. Misal disetujui kita langsung tindak lanjuti pada masyarakat. Karena ada permintaan yang sudah disepakati manajemen itu melebihi, maka kita ajukan lagi hasil rapat ini,” jelasnya

Ketika ditanyakan terkait lambannya ganti rugi yang dilakukan oleh pihak perusahaan, Yulianto berkilah, dan pihaknya sejak awal sudah melakukan negosiasi namun hanya melalui surat-menyurat.

“Sebenarnya kita (Medco, red) bukannya lamban, namun selama ini kita hanya berhubungan dengan warga yang diwakilkan Kades melalui surat-menyurat, tujuannya untuk menghindari konfrontasi antara kedua pihak. Dan terakhir kita kirimkan surat pada Januari lalu, dan hasilnya membawa kita pada pertemuan dengan Dewan,” pungkasnya. (ans)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Wakapolres Lahat: Ini Bukan Sekedar Nobar Biasa

Lahat, KoranSN Polres Lahat menggelar nonton bareng (Nobar) Film 22 Menit yang tayang perdana di ...

error: Content is protected !!