Pipa PAM Dilobangi, Warga Tak Kebagian Air Bersih

Tampak salah satu anggota DPRD Empat Lawang saat meninjau saluran utama pipa PAM yang dilobangi warga, saat reses di Dapil IV. (foto/Fahlevi)
Tampak salah satu anggota DPRD Empat Lawang saat meninjau saluran utama pipa PAM yang dilobangi warga. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Lantaran tidak ada petugas PAM Kecamatan Talang Padang yang mengatur aliran air ke rumah-rumah, sehingga warga memasang saluran sendiri dengan cara melobangi saluran utama. Akibatnya, warga di beberapa desa lainnya tidak kebagian air bersih.

Permasalahan ini disampaikan Camat Talang Padang, Rapani didampingi Kasi Ekobang, Robi Pales pada reses DPRD Dapil Empat Lawang IV, Jumat (21/10/2016) lalu. Pemerintah kecamatan berharap agar permasalahan yang timbul ini bisa diatasi, agar tidak terjadi krisis air bersih. Selain itu, dikhawatirkan perebutan air ini bisa memicu konflik atau keributan antar warga.

“Permasalahan ini timbul karena tidak ada petugas yang menjaga, serta mengatur aliran air ke rumah-rumah warga. Diharapkan segera diatasi, sehingga masyarakat seluruhnya bisa menikmati air bersih ini,” harapnya.

Diterangkan Robi, akibat tidak ada petugas PAM yang berpusat di Desa Talang Padang ini, warga berebut melobangi pipa utama semaunya saja di bagian hulu, yang kemudian dipasang dengan selang, sehingga banyak pipa yang rusak dan air terbuang sia-sia. Selain itu, karena tidak menggunakan kran untuk menutup aliran, air terus mengalir, walaupun air sudah digunakan warga untuk keperluan sehari-hari. Hal ini menyebabkan air tidak mengalir sampai ke desa lainnya.

Baca Juga :   Erdius Lantang Jabat Plt Kadis PUPR Muratara

“Pemasangan selang dengan melobangi pipa asal saja menyebabkan air banyak terbuang sia-sia. Dampaknya, aliran tidak sampai ke seluruh rumah warga,” ungkap pria yang akrab disapa Obit ini.

Dikatakan Robi, awalnya air PAM yang diambil dari aliran Sungai Selpa dengan debit yang cukup besar, bisa mengaliri ke beberapa desa, mulai dari Desa Talang Padang, Desa Talang Durian, Macang Manis, Lampar Baru dan Pasar Talang Padang. Namun, sekarang pendistribusian air sudah mentok di Desa Talang Padang, itupun tidak seluruhnya warga di desa itu bisa menikmatinya.

“Dengan adanya perebutan air dengan cara melobangi pipa utama itu tadi, akhirnya aliran air tidak teraliri ke daerah lainnya, melainkan hanya di Desa Talang Padang, itupun tidak seluruhnya. Kami berharap agar dihidupkan kembali dengan menugaskan petugas pengaturannya, sehingga pendistribusian bisa maksimal, sesuai dengan tujuan pembangunannya mengalirkan air bersih ke beberapa desa.

Baca Juga :   Pembangunan MotoGP Masih Tunggu Investor

Menurutnya, bila ada petugas yang mengatur pengaturan akan lebih efektif dan efisien, dimana pendistribusian bisa lebih teratur. Solusinya, dengan memasang saluran ke rumah-rumah warga yang dipasang kran dan meteran. Dengan adanya meteran ini bisa melihat debit air yang digunakan, yang kemudian bisa digunakan untuk menarik biaya bulanan kepada warga.

“Warga sendiri setuju bila ditarik iuran bulan, dengan catatan biayanya tidak terlalu besar. Dengan iuran 500 rupiah/kubikisasi sekalipun, ada pemasukan pihak PAM untuk operasional ataupun untuk honor petugasnya. Ya, warga tidak akan keberatan bila biayanya tidak terlalu besar, namun bisa sedikit membantu untuk operasional petugas,” tandasnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Muara Enim Bantu Korban Kebakaran di Lahat

Muara Enim, KoranSN Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah, S.H., serahkan bantuan kepada korban kebakaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.