Pirli Patah Kaki Usai Loncat dari Pagar Rutan Pakjo

Sudirman D Hury. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pirli, yang merupakan salah satu otak tahanan melarikan diri dari Rutan Rutan) Pakjo Klas I Palembang berhasil ditangkap petugas di rawa-rawa tak jauh dari Rutan. Saat ditangkap, Pirli tidak bisa melarikan diri bersama tahanan lainnya lantaran kaki kirinya patah seusai meloncat dari pagar Rutan setinggi 9 meter. Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury, Minggu (28/5/2017).

Dikatakan Sudirman, Pirli yang tercatat sebagai warga Komplek Bumi Mas Indah Blok EC Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin ditangkap, Sabtu pagi (27/5/2017). Bahkan sebelumnya, Jumat malam (26/5/2017) petugas juga telah menangkap tiga tahanan lainnya yakni; Usman Gumanti, warga Jalan Perguruan Dalam RT 34 RW  03 Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju, Palembang, Sandi Sutrisno, warga Jalan Ki Marogan Lorong Bahagia RT 34 RW 07 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Palembang dan  Bastoni, warga Jalan H Aguscik Ayim Dusun II RT 17 Kelurahan Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

“Kalau tiga tahanan lainnya ditangkap di tempat berbeda. Untuk Usman Gumanti kita tangkap di kawasan Kertapati, sedangkan Sandi Sutrisno dan Bastoni kita tangkap di kawasan Plaju. Dengan tertangkapnya ke empat tahanan tersebut maka saat ini masih ada lima tahanan lagi yang sedang kita buru,” ujarnya.

Masih dikatakan Sudirman, adapun lima tahanan yang masih dikejar pihaknya yakni; Marsum Jefri alias Ujang, warga Jalan KH Azhari Lorong Keramat RT 05 RW 02 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Ical Asmadi, warga Jalan KH Azhari Lorong Sei Semajid RT 52 RW 07 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan SU I Palembang,  Udin, warga Jalan Karya III RT 22 RW 06 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Okta Azizzi Pasaribu, warga Jalan Mawar Blok F2 Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin dan Bustamil, warga Jalan Kabupaten RT 01 RW 01 Kelurahan Ngulak I Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba.

Baca Juga :   Dua Warga Prabumulih Tewas Usai Menenggak Miras Oplosan

“Kelimanya masih dalam pengejaran. Insya Allah dalam waktu semuanya bisa kita tangkap,” harapnya.

Diungkapkan Sudirman, Pirli merupakan salah satu otak pelarian tahanan, karena Pirli bersama Marsum Jefri alias Ujang (belum tertangkap) merencanakan aksi pelarian tersebut sehingga membuat tahanan lainnya di kamar tahanan No 9 Blok E ikut melarikan diri.

“Jadi, Pirli dan Ujang mengancam akan memukul tahanan lainnya apabila tidak ikut melarikan diri, sebab mereka ini satu sel tahanan.  Sehingga saat kejadian ada 17 tahanan yang kabur. Namun saat hendak kabur, 8 tahanan berhasil ditangkap saat mencoba melompat pagar Rutan, sedangkan 9 tahanan lainnya melarikan diri. Dari ke 9 tahanan yang kabur, hingga kini baru 4 tahanan yang telah ditangkap,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sudirman, dari hasil pemeriksaan terhadap para tahanan yang telah tertangkap. Mereka melarikan diri juga karena rindu dengan keluarga, karena saat ini bulan puasa, apalagi dalam waktu dekat  akan lebaran.

Diberitakan sebelumnya, Jumat dinihari (26/5) sekitar pukul 02.00 WIB, 9 tahanan kasus narkoba di Rutan Pakjo Klas 1 Palembang  kabur setelah menjebol terali besi ventilasi yang berada di atas kamar tahanan No 9 Blok E.

“Awalnya ada 17 tahanan yang hendak melarikan diri setelah menjebol terlali besi ventilasi di kamar tahanan yang mereka huni. Namun, saat tahanan tersebut memanjat tembok setinggi 9 meter yang ada di belakang Rutan, mereka terlihat petugas Rutan sehingga petugas melakukan pengejaran. Setiba di lokasi, petugas langsung meletuskan tembakan peringatan sehingga dari ke 17 tahanan itu, 8 tahanan gagal kabur karena berhasil tertangkap, sementara 9 tahanan lainnya berhasil melompat pagar dan melarikan diri,” ujar Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury.

Baca Juga :   Warga Prabumulih Dihebohkan Penemuan Tengkorak di Kebun

Masih dikatakan Sudirman, adapun cara para tahanan bisa memanjat tembok yakni, menggunakan puluhan kain sarung yang diikat hingga menjadi seperti tali.

“Sarung inilah yang digunakan mereka untuk memanjat tembok, sehingga para tahanan bisa melewati tembok yang tinggi. Untuk 8 tahanan yang berhasil ditangkap, semuanya terluka akibat memanjat tembok dan terkena kawat berduri. Bahkan satu tahanan bernama Edison yang berhasil diamankan, terluka tembak di bagian kakinya. Hal ini dikarenakan saat akan ditangkap Edison melakukan perlawanan dan tak mengindahkan tembakan peringatan yang diletuskan petugas Rutan,” paparnya.

Lebih jauh diungkapkannya, untuk 9 tahanan yang kabur dan 8 tahanan yang gagal melarikan diri, tentunya akan diberikan sanksi. Adapun saksinya yakni, para tahanan tersebut tidak mendapatkan remisi (pemotongan masa tahanan) baik saat hari raya lebaran maupun peringatan 17 Angustus.

“Hak untuk mendapatkan remisinya hangus. Karena, sebagai warga binaan para tahanan ini melanggar disipilin. Sedangkan untuk petugas Rutan jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kesalahan dan kelalaian maka akan kita berikan sanksi disiplin meskipun sejuah ini saya menilai petugas Rutan Pakjo telah bekerja maksimal. Namun, kemungkinan adanya kesalahan dan kelalaian itu bisa saja terjadi,” tutupnya. (ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Setor Rp 1,1 Miliar dari Uang Pengganti Kasus Suap Kementerian PUPR

Jakarta, KoranSN KPK menyetor Rp 1,1 miliar dari pembayaran hukuman tambahan dalam kasus suap pelaksanaan …