Home / Gema Sriwijaya / Pisau dan Golok Corak Batik Duren Lubuklinggau Tembus Pasar Nasional

Pisau dan Golok Corak Batik Duren Lubuklinggau Tembus Pasar Nasional


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Salah seorang pencinta bikinan pengrajin pisau dan golok corak batik motif duren ciri khas Lubuklinggau. (foto-ist)

Lubuklinggau, KoranSN

Kerajinan pisau dan golok dengan corak batik motif duren khas Lubuklinggau tembus pasar nasional dan mulai banyak diminati pembali. Khususnya dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon dan Palembang.

Usaha tersebut sudah ditekuni Ade (32), yang merupakan pengrajinnya sejak dua tahun terakhir bersama dengan tiga rekannya. Usahanya itu dibuka di depan rumahnya di Jalan Cendana RT 04 Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Baca Juga :   Pembukaan TMMD ke-101 Kodim 0402/OKI Percepat Akselerasi Pembangunan Desa

“Ada batik lakuer, duren untuk gagang, sarung pisau dan golok,” katanya.

Menurutnya, harga pisau mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta tergantung dengan ukuran. Bahan pisau terbuat dari baja, sedangkan golok harganya mulai Rp 500 ribu sampai Rp2,5 juta. Untuk sarung dan gagang terbuat dari kayu jati serta tembesu.

“Mengerjakannya mulai dari bilah hingga ke batik butuh waktu dua sampai tiga hari,” ujarnya.

Ade mengungkapkan, ide usaha pembuatan pisau dan golok dengan corak batik motif duren khas Lubuklinggau terinspirasi dari batik durian.

Baca Juga :   Sering Disambar Petir, Warga Gruduk Tower Telkomsel

“Jadi gambar batik durian diaplikasikan ke sarung pisau dan golok,” timpalnya.

Selama ini untuk pemasaran, Ade mengaku masih dengan manual dari mulut ke mulut. Adapula proses pemasaran dilakukan lewat media sosial (Medsos) seperti facebook dan instagram. (rif)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Enam Cabor Tradisional Bakal Meriahkan Peda KTNA XIII di Muba

Sekayu, KoranSN Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.