Home / Gema Sriwijaya / Plaza Lematang Lahat Dibangun di Lokasi Rawan Bencana

Plaza Lematang Lahat Dibangun di Lokasi Rawan Bencana

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Plaza Lematang yang dibangun di lokasi yang rawan bencana. (Foto-Robby/Koransn)

Lahat, KoranSN

Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Dedi Candera SE, Minggu (13/5/2018) mengatakan, Plaza Lematang dibangun di lokasi yang rawan bencana. Dari itulah sejak awal pihaknya selaku DPRD Lahat tidak setuju pembangunan plaza tersebut.

Diungkapkan Dedi, selain lokasi bangunan plaza tersebut didirikan di tempat rawan bencana. Sebagian lahan Plaza Lematang merupakan milik TNI.

“Dari awal DPRD Kabupaten Lahat tidak menyetujui pembangunan Plaza Lematang. Apalagi sebagian tanah adalah milik TNI yang tentunya akan dapat menimbulkan masalah pengelolaan dan pemilikan aset daerah tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, sebelum dibangun memang awalnya sempat disampaikan ke DPRD Lahat, jika Plaza Lematang akan dijadikan tempat rekreasi sehingga banyak investor yang akan mengisi bangunan yang sempat viral di Medos tersebut . Akan tetapi sampai saat ini belum ada realisasi tujuan pembangunan tempat itu.

Lebih jauh dikatakan Dedi yang juga merupakan Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Lahat ini, pembangunan Plaza Lematang tersebut menggunakan dana APBD dan CSR yang menghabiskan dana puluhan miliar.

“Dengan dana yang cukup fantastis itu, semestinya sudah menjadikan bangunan Plaza Lematang menjadi kebanggan warga Lahat dengan semua fasilitasnya,” tandasnya.

Plt Sekda Lahat, Drs H Syamsul Kosirin MM saat dikonfirmasi Suara Nusantara mengungkapkan, dirinya belum bisa memberikan keterangan banyak mengenai tujuan dan legalisasi lahan dan bangunan Plaza Lematang.

Menurutnya, ia akan mempelajari dulu mengenai bangunan tersebut, karena dirinya baru saja dilantik sebagai Plt Sekda Lahat yang baru.

“Saya akan pelajari dulu mengenai tujuan pembangunan dan legalisasi Plaza Lematang. Bagaimana kedepanya nanti tentunya dalam hal ini harus ada kordinasi dengan DPRD Kabupaten Lahat serta pihak TNI yang saat ini kita ketahui, jika di lokasi ada tanah milik TNI,” katanya saat konfirmasi via telpon.

Terpisah, Dandim 0405 Lahat, Letkol CZI Srihartono saat dikonfirmasi melalui via Whatapp mengenai status lahan milik TNI di kawasan pembangunan Plaza Lematang mengatakan, jika dirinya membenarkan di lahan yang dibangun plaza tersebut memang ada tanah berstatus milik TNI.

“Benar, ada lahan milik TNI di bangunan Plaza Lematang tersebut ,” tegasnya singkat melalui via Whatsapp.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, Ir H Misri MT saat dikoonfirmasi mengenai perizinan dan juga pengeloaan limbah cair terkait aktivitas pedagang maupun investor yang nantinya akan berjualan di Plaza Lematang mengatakan, dirinya belum dapat memastikan kapan Plaza Lematang tersebut akan difungsikan sebagai tempat kuliner. Sebab, sampai saat ini belum ada izin pengelolaan limbah cair untuk bangunan Plaza Lematang. Dengan demikian, investor belum akan mau beroperasi bila belum ada perizinan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada perizinan untuk pengelolaan limbah cair, kemungkinan kedepan tetap akan diurus oleh pihak terkait. Pihak ketiga atau investor, mau melakukan kerjasama tentunya dalam hal ini investor bidang kuliner, tapi bila persoalan perizinan sudah ada dan jelas. Jadi, belum bisa dipastikan kapan plaza akan difungsikan sebagai tempat kuliner,” tutupnya. (rob)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Bulog Lubuklinggau Siapkan 1,2 Pikul Daging Beku

Lubuklinggau, KoranSN Bulog Lubuklinggau menyiapkan 1,2 pikul atau 1.200 Kg stok daging beku dengan harga ...

error: Content is protected !!