Home / Gema Sriwijaya / PLN Lembayung Lahat Ancam Putus Listrik Warga yang Menunggak

PLN Lembayung Lahat Ancam Putus Listrik Warga yang Menunggak


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Ilustrasi. (foto-net)

Lahat, KoranSN

PLN Rayon Lembayung Lahat mengancam akan mengeksekusi atau memutus aliran listrik rumah warga yang menunggak pembayaran listrik. Pasalnya,
terhitung Januari-April 2018 setidaknya ada 40 pelanggan yang diputus lantaran sudah menunggak diatas tiga bulan.

Manager PLN Rayon Lembayung Lahat, Yodha mengatakan, saat ini ada sejumlah warga yang menunggak pembayaran dibawah tiga bulan. Namun, ada juga sembilan rumah atau konsumen yang terancam dieksekusi lantaran mendekati tunggakan tiga bulan.

“Kalau saat ini tidak ada lagi untuk areal Rayon Lembayung Lahat yang menunggak diatas tiga bulan. Namun yang mendekati ada dan terancam diputus, “ujarnya, Rabu (25/4/2018).

Baca Juga :   Wako Berikan Bantuan Korban Tsunami

Diungkapkannya, sepanjang tahun 2018 sendiri PLN sudah memutus 40 pelanggan. Sedangkan untuk penunggak dibawah tiga bulan atau dibulan yang sama saat pembayaran, jumlahnya cukup banyak yakni 4 ribu pelanggan. Akan tetapi, pihaknya belum mengambil tindakan tegas.

“Ya, walau pelanggan tunggakkan baru satu bulan atau dibulan yang sama tetap pelanggaran dan ada sanksi seperti pemutusn sementara. Makanya kita berharap konsumen segera melunasi, dan kita imbau bagi warga yang akan mudik lebaran jika sudah menunggak dua bulan segera dibayar. Takutnya, pasca mudik pulang ke rumah sudah dicabut,” himbaunya. (rob)

Baca Juga :   Kementrian PUPR Sosialisasikan Undang-Undang Jasa Kontroksi
Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru: Bupati PALI Harus Gas Poll Turunkan Kemiskinan

PALI, KoranSN Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Febrita Lustia, Gubernur Sumsel H. Herman …