PM Muhyiddin Didesak Mundur Setelah Raja Tolak Usulan Status Darurat

Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin saat mengumumkan daftar nama-nama menteri Kabinet Perikatan Nasional di Kantor Perdana Menteri Putrajaya. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Perdana Menteri Malaysia didesak mundur oleh sejumlah kelompok masyarakat setelah Raja Al Sultan Abdullah menolak penetapan status darurat yang diusulkan oleh pemerintah demi mengendalikan pandemi COVID-19.

PM Muhyiddin mengusulkan agar status darurat diberlakukan di Malaysia setelah adanya lonjakan kasus positif baru. Namun, kalangan oposisi beranggapan permintaan itu merupakan cara pemerintah membekukan parlemen dan menghindari upaya pihak lain yang ingin membuktikan seberapa kuat dukungan legislatif terhadap PM Muhyiddin.

Penolakan Raja Abdullah, bagi sejumlah pihak, semakin mengikis kekuasaan Muhyiddin, apalagi satu bulan sebelumnya, pemimpin kelompok oposisi, Anwar Ibrahim mengatakan ia telah didukung oleh mayoritas anggota parlemen, termasuk para pembelot dari koalisi partai penguasa.

Baca Juga :   AL Inggris Temukan Sabu-sabu Senilai 59 M di Teluk Oman

Dukungan dari suara mayoritas memungkinkan Anwar menjabat sebagai perdana menteri dan membentuk pemerintahan baru.

Raja Abdullah, yang menolak permintaan Muhyiddin pada Minggu (25/10/2020), juga meminta para politisi untuk mengakhiri kegiatan yang membuat pemerintahan tak stabil. Menurut raja, pemerintah telah cukup baik menanggulangi pandemi. HALAMAN SELANJUTNYA >>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia
Bagikan :

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kasus Corona India Masih di Dawah 50.000 Selama 25 Hari Berturut-turut

Mumbai, KoranSN Kasus infeksi virus corona harian India masih berada di bawah angka 50.000 untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.