Home / Lacak / PNS DLHK Palembang Tewas Dengan Kepala Pecah dan Terjerat Selimut

PNS DLHK Palembang Tewas Dengan Kepala Pecah dan Terjerat Selimut

Jenazah Ir M Rasyid ketika tiba di RS Bhayangkara Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Seorang PNS di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Ir M Rasyid (56) yang baru mengajukan pensiun, Minggu (4/3/2018) pukul 09.30 WIB ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kediamannya di Komplek Perumnas Talang Kelapa Blok 6 RT 17 RW 09 Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang.

Tewasnya Rasyid diduga menjadi korban pembunuhan. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya Haropi (62) dimana saat ditemukan korban tergeletak di atas kasur dengan leher terjerat selimut. Sementara bagian kepala korban pecah, karena diduga dihantam pelaku menggunakan tabung gas LPG 3 Kg.

Pihak kepolisian dari Polresta Palembang dan Polsek Sukarami yang mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda Ridwansyah mengatakan, dari olah TKP yang dilakukan di lokasi kejadian, polisi mendapati tabung gas LPG 3 Kg yang di tabungnya terdapat bercak darah. Selain itu satu unit sepeda motor dan handphone (HP) milik korban di dalam rumah hilang dibawa oleh pelaku.

“Bukan hanya itu, leher korban juga terjerat selimut. Dari itu diduga korban Ir M Rasyid ini tewas dibunuh oleh pelaku pencurian dan kekerasan.

Apalagi dari pemeriksaan diketahui jika pintu samping rumah korban kuncinya telah terbuka,” katanya saat ditemui di ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakannya, jika korban diduga sudah tewas sejak lima hari yang lalu. Pasalnya, saat ditemukan jenazah korban sudah dipenuhui dengan Belatung dan mengeluarkan aroma yang tak sedap.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, diketahui jika Ir M Rasyid ini bujangan dan belum menikah. Dengan adanya kejadian ini maka pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” tagasnya.

Baca Juga :   Ditinggal Pergi Kondangan, 1 Rumah 6 Bedeng di Kertapati Dilalap Api

Sementara Haropi (62), warga Muara Dua yang merupakan kakak kandung korban mengatakan, jika dirinya yang pertama kali menemukan korban sudah tewas di dalam kamar. Tak lama kemudian datang warga dan pihak kepolisian.

“Pagi itu saya mau melihat adik saya Rasyid. Sebab, sejak Senin kemarin (26/2/2018) dia (korban) HP-nya sudah tidak aktif lagi hingga membuat saya dan adik saya yang ada di Belitung was-was. Dari itulah saya mendatangi rumah korban,” ungkapnya.

Diceritakaanya, saat tiba di depan rumah korban dirinya melihat pintu pagar rumah sedikit terbuka hingga ia masuk ke halaman rumah. Kemudian, dirinya mengetok pintu sambil memangil-manggil nama korban akan tetapi tak ada jawaban dari dalam rumah.

“Karena curiga, lalu saya menuju pintu samping rumah dan saat itulah saya melihat pintu sedikit terbuka dan saya pun masuk ke dalam rumah. Ketika berada di dalam, saya mencium aroma yang tak sedap kemudian saya masuk ke kamar dan melihat korban sudah meninggal dunia di atas kasurnya,” jelasnya.

Masih dikatakannya, melihat korban tewas membuat dirinya teriak histeris sehingga warga banyak berdatangan.

“Saya teriak minta tolong ke warga sambil mengatakan jika adik aku sudah jadi mayat di dalam kamar, sehingga warga dan Ketua RW datang. Tak lama kemudian datang juga polisi hingga jenazah adik saya dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Lanjutnya, dirinya selaku kakak korban tidak memiliki firasat apapun jika korban akan ditemukan tewas. Hanya saja korban sempat menitipkan sertifikat rumah kepadanya pada bulan Februari 2018 kemarin.

Baca Juga :   Amankan Malam Tahun Baru, 870 Personel Siaga di Ampera

“Saya tanya mengapa menitipkan sertifikat rumah kepada saya, saat itu korban mengatakan, katanya mau ke tempat adik kami di Belitung sekalian buat jaga-jaga siapa tahu akan meninggal dunia, mengingat usia sudah lanjut usia. Baru sekarang saya sadar jika perkataan itu ternyata pesan terakhir Almarhum kepada saya,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkannya, jika korban memiliki sifat pendiam dan menutup diri. Bahkan korban belum pernah menikah hingga korban tinggal seorang diri di dalam rumah tersebut.

“Kami 7 beradik, Almarhum tinggal sendirian di sini. Sementara saya dan keluarga lainnya tinggal di luar kota. Sepengetahuan kami, korban selama ini tidak ada masalah dan tidak memiliki musuh. Selain itu Almarhum juga baru pensiun dari pekerjaanya sebagai PNS di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2018 ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal Ar menuturkan, bahwa korban Ir M Rasyid yang diduga dibunuh di rumah korban di kawasan Perumnas Talang Kelapa merupakan PNS di DLHK Palembang. Untuk itu sebagai atasan dirinya secara pribadi serta kedinasan memberikan bantuan untuk keperluan pemakaman serta bantuan lainnya.

“Beliau ini (M Rasyid) beberapa bulan lagi pensiun, karena sekarang sedang dalam proses mengajukan surat pensiun, jabatan terakhirnya staf di Bidang TPA. Kami minta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan ini. Jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya. (ded/rgn)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Oknum PNS di Musirawas Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Lahan

Musirawas, KoranSN Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Musirawas, Sirtani (54) ditetapkan sebagai …