PNS Pemprov Resah TPP Belum Dibayarkan

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Palembang, KoranSN

Hingga bulan Oktober, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) belum juga dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Hal tersebut membuat para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di ruang lingkup Pemprov Sumsel resah apakah akan dibayarkan atau tidak.

Salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya sangat menunggu pembayaran tersebut. Karena, sudah sejak awal tahun TPP hanya dibayarkan sebesar Rp 1 juta. Padahal, seharusnya TPP yang diterimanya yakni sebesar Rp 2,5 juta.

“Nah, katonyo sisonyo dibayarke rapel tapi sampe sekarang belum jugo dibayarke,” katanya, Rabu (26/10/2016)

Dirinya mengaku, sangat resah terkait belum dibayarkannya TPP tersebut mengingat saat ini keperluan untuk hidup semakin bertambah. “Kami harap TPP ini cepet dicairke, kami perlu nian untuk keperluan kami,” harapnya.

Terpisah, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan pihaknya akan tetap membayarkan TPP tersebut namun melihat kondisi keuangan daerah. Mengingat saat ini situasi keuangan sangat sempit. Bahkan, dirinya mencontohkan, di Saudi Arabia tunjangan dari pangeran dihapuskan, terlebih lagi gaji pun dikurangi sebesar 20 persen.

Baca Juga :   Pemprov Segera Ajukan Plt Bupati Banyuasin

“Selain itu mereka juga sudah mengeluarkan surat utang. Jadi untuk sekarang ini semua serba sulit,” katanya.

Sedangkan untuk di Sumsel sendiri, sambung Alex, untuk gaji itu dijamin tidak akan pernah disentuh dan tidak akan pernah terlambat apalagi dikurangi. Namun, jika ada pegawai yang sudah menjual TPP itu salah sendiri.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing pernah
mengatakan, saat ini pembayaran TPP dilakukan tiap bulan tapi sebesar Rp 1 juta sedangkan untuk rapel, saat ini pihaknya masih menghitung berapa besaran yang akan dibayarkan.

“Kami masih menghitung besarannya dan melihat uang yang ada. Kalau tidak ada uangnya bagaimana mau membayarnya,” terangnya.

Namun, Kepala BPKAD ini juga menambahkan, pihaknya telah memasukkan biaya rapel TPP ini didalam mata anggaran di APBD Perubahan. Namun, besarannya tidak sama dengan tahun kemarin. Untuk mata anggaran yang dianggarkan pembayaran rapel TPP dirinya juga mengaku lupa. “Nah aku lupo angkonyo berapo,” terangnya.

Baca Juga :   Anita Noeringhati Luruskan Pemberitaan DPRD Sumsel Menolak RUU Omnibus Law

Meskipun lupa, dirinya mencontohkan, misalnya seorang PNS eselon II mendapatkan TPP sebesar Rp 10 juta sedangkan yang dibayarkan setiap bulannya hanya Rp 1 juta, jadi sisanya Rp 9 kemudian dikalikan berapa bulan yang belum dibayarkan.

“Nah ini baru untuk seorang PNS. Biasanya pembayaran TPP ini dikeluarkan setiap bulannya sekitar Rp 25 miliar dan dibayarkan sekarang baru Rp 7,8 miliar sisanya sekitar Rp 17 miliar. Nah, kali ke 10 bulan. Itulah jumlah yang harus dibayarkan, kira-kira ratusan miliar lah,” ujarnya.

Terpisah, Asisten IV Bidang Administrasi Umum, Joko Imam Sentosa menjelaskan, pembayaran TPP yang masih dibayar sebagian akan dirapel pelunasannya pada November mendatang. “Rapel TPP cair November,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : awik obsesi

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.