Polair Bekuk Pemburu Satwa Lindung di Hutan Sembilang

DIAMANKAN- Tersangka Suhairi (mengenakan penutup sebo) saat diamankan di Mako Polair Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)
DIAMANKAN – Tersangka Suhairi (mengenakan penutup sebo) saat diamankan di Mako Polair Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang KoranSN

Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polair Polda Sumsel, Kamis (13/10/16) pukul 16.00 WIB membekuk Suhairi (46), pemburu satwa lindung di Hutan Taman Nasional Sei Sembilang Banyuasin.

Warga Desa Tanah Pilih Bagan 9 Sei Benu Banyuasin ini tertangkap tangan saat sedang memburu Hewan Rusa menggunakan dua senjata api rakitan laras panjang.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti; dua senjata api rakitan laras panjang, 12 butir amunisi kaliber 7.62, dan 9 butir amunisi kaliber 5.56.

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar, Jumat (14/10/2016) mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, jika di Hutan Taman Nasional Sei Sembilang kerap ada orang yang memburu satwa lindung.

Mendapati informasi tersebut, lanjut Robinson, pihaknya langsung melakukan patroli di kawasan perairan di Hutan Taman Nasional Sei Sembilang. Hingga saat anggota patroli menggunakan kapal cepat Polair, petugas mendapati tersangka memegang dua senjata api rakitan laras panjang memburu hewan-hewan lindung yang ada di lokasi.

Baca Juga :   Ganja Seberat 33,5 Kg Gagal Beredar di Prabumulih

“Melihat tersangka, anggota langsung melakukan penyergapan sehingga tersangka dan barang bukti senjata api laras panjang beserta amunisinya berhasil kita amankan,” katanya.

Masih diungkapkan Robinson, dari hasil pemeriksaan kepada tersangka diketahui, jika sudah sekitar empat tahun tersangka memburu satwa lindung di hutan tersebut.

“Pengakuan tersangka jika dia hanya memburu Hewan Rusa saja dengan cara menembakan senjata api. Setelah itu Rusa hasil buruan, daging dan tanduknya dijualkan tersangka ke kawasan Jambi,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Robinson, sedangkan untuk dua senjata api rakitan laras panjang dan amunisinya, didapatkan tersangka dengan cara membelinya seharga Rp 3 juta, dari ‘AR’ (DPO) warga Jambi.

“Kini tersangka dan barang bukti telah kita amankan di Mako Polair Polda Sumsel. Untuk tersangka, kita kenakan Pasal 1 Undang-Undang Darurat yang  ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tandasnya.

Baca Juga :   KPK Masih Hitung Suap yang Diterima Para Tersangka Korupsi Kutai Timur

Sementara tersangka Suhairi mengungkapkan, saat berburu di Hutan Taman Nasional Sei Sembilang Banyuasin, dirinya hanya memburu Hewan Rusa dengan menggunakan senjata api laras panjang yang telah dibawanya.

“Saya datang ke lokasi mengendarai perahu ketek. Setiba di sana saya hanya memburu Rusa saja. Setelah berhasil menembak Rusa, dagingnya kemudian saya jual ke Jambi dengan harga Rp 30 ribu, untuk setiap 1 Kg daging Rusa,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.