Polda Pelajari Putusan Praperadilan ‘JA’

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo. (Foto-Dedy/Koransn)
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang,Koran SN
Polda Sumsel saat ini mempelajari putusan gugatan praperadilan yang dimenangkan ‘JA’, terkait penetapan tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo, Kamis (1/12/2016) mengatakan, kini putusan praperadilan tersebut masih dipelajari oleh Bidkum (Bidang Hukum) Polda Sumsel.”Putusannya saat ini masih dipelajari Bidkum Polda Sumsel,” kata Kapolda usai acara Hut Polairud ke-66 di Mako Direktorat Polair Polda Sumsel.

Disingung apakah nantinya Polda Sumsel akan melakukan upaya banding terkait praperadilan yang dimenangkan ‘JA’ tersebut? Dikatakan Kapolda, untuk saat ini dirinya belum bisa memutuskannya. “Sebab, setelah putusan praperadilan dipelajari, kita akan mendengarkan saran dan pendapat terlebih dahulu dari Bidkum,” ungkap Kapolda.

Sementara saat ditanya penyebab Polda Sumsel sampai dipraperadilkan oleh ‘JA’? Dijelaskan Kapolda, penyebab praperadilan bisa terjadi bermacam-macam. “Ya macam-macam, diantaranya bisa administrasi,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, ‘JA’ membenarkan jika dirinya telah memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Baturaja usai mengugat Polda Sumsel, terkait status tersangkanya dalam dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan TPU di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

“Ya benar, saya telah memenangkan praperadilan tersebut,” kata ‘JA’ baru-baru ini.’JA’ enggan berkomentar banyak saat disinggung langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya? “Maaf ya, saya tidak bisa berkomentar, takutnya nanti ada yang salah,” tutup ‘JA’ singkat.

Sebelumnya, Jumat 9 September 2016, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo telah menetapkan ‘JA’ sebagai tersangka. Menurut Kapolda penetapan tersangka terhadap ‘JA’ berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polda Sumsel bersama penyidik Mabes Polri, di Mabes Polri.”Dari hasil gelar perkara di Mabes Polri untuk status ‘JA’ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena unsur-unsur pidananya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Kapolda saat itu.

Baca Juga :   Kapolres OKI: Tangkap Penembak Kanit Reskrim Polsek Mesuji Makmur Hidup Maupun Mati

Diketahui, sepanjang perjalanan dugaan kasus ini, penyidik Polda Sumsel telah memeriksa ‘JA’ beberapa kali sebagai saksi serta sebagai tersangka. Seperti pemeriksaan yang dijalani ‘JA’, Kamis 25 Agustus 2016 dan Jumat 26 Agustus 2016 dimana saat itu ‘JA’ diperiksa penyidik Polda Sumsel sebagai saksi.

Kemudian untuk pemeriksaan yang dijalani ‘JA’ pada Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016, ‘JA’ diperiksa penyidik Polda Sumsel dengan status tersangkanya.

Usai menjalani pemeriksaan, saat itu ‘JA’ mengungkapkan, jika dirinya akan mematuhi prosedur hukum terkait dugaan kasus yang kini menjeratnya. “Saya mematuhi prosedur hukum dan saya sudah dimintai keterangan, serta saya sudah berikan keterangan itu kepada penyidik,” ujar ‘JA’ waktu itu.

Kemudian, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo saat diwawancarai Rabu 19 Oktober 2016 mengungkapkan, jika berkas perkara ‘JA’ telah dilimpahkan Polda Sumsel ke kejaksaan. Dikatakan Kapolda saat itu, pelimpahan berkas perkara atau tahap satu dilakukan setelah keterangan para saksi-saksi diambil oleh penyidik Polda Sumsel.

Taklama dari berkas dilimpahkan ke kejaksaan, Kamis 10 November 2016, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu mengatakan, Kejati Sumsel telah menerbitkan P19 (kurang lengkap) terhadap berkas perkara ‘JA’. Berkas dinyatakan P19 setelah jaksa melakukan pemeriksaan dan penelitian kelengkapan berkas perkara usai berkas dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel.

Baca Juga :   Dibawa Pengaruh Tuak, Pengendara Tabrak Petugas

“Jadi, setelah melalui proses penelitian dan pemeriksaan terhadap berkas perkara ‘JA’, hasilnya jaksa Kejati Sumsel berpendapat ada beberapa hal yang harus dilengkapi oleh penyidik Polda Sumsel, karena itulah jaksa menerbitkan P19. Dalam P19 ini jaksa Kejati Sumsel memberikan petunjuk kepada penyidik Polda Sumsel agar dapat melengkapi berkas perkara ‘JA’,” paparnya saat itu.

Untuk diketahui, proyek pengadaan lahan TPU ini menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Dimana dalam dugaan kasus ini diduga terjadi mark-up atau pengelembungan anggaran sehingga berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Dalam perkara ini, sebelumnya Polda Sumsel telah menetapkan emat tersangka mereka yakni; Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan). Pada Selasa 12 April 2016 keempatnya telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel dan kini keempatnya sudah menjadi terpidana seusai divonis oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Joko Tjandra Akan Jalani Sidang Perdana 2 November 2020

Jakarta, KoranSN Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra akan segera menjalani sidang perdana …