Rabu , Desember 19 2018
Home / Lacak / Polda Sumsel Akan Panggil Kembali ‘JA’

Polda Sumsel Akan Panggil Kembali ‘JA’

kapolda-sumsel-1-edit
Kapolda Sumse Irjen P0l Djoko Prastowo. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel akan kembali memanggil dan memeriksa tersangka ‘JA’ untuk melengkapi berkas perkara. Hal tersebut dilakukan karena jaksa Kejati Sumsel saat ini telah menerbitkan P19 (kurang lengkap) terhadap berkas perkara ‘JA’.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo, kemarin mengatakan, P19 berkas perkara ‘JA’ artinya, berkas masih terdapat kekurangan yang harus kembali dilengkapi oleh penyidik Polda Sumsel. Dari itulah jika dalam proses melengkapi berkas perkara, penyidik masih membutuhkan keterangan ‘JA’ maka tersangka ‘JA’ akan kembali dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Polda Sumsel.

“Karena P19, ‘JA’ akan kita panggil kembali untuk melengkapi berkas perkaranya. Tapi pemanggilan ‘JA’ ini dilakukan jika nanti keterangannya diperlukan penyidik,” kata Kapolda.

Karena menurut Kapolda, dirinya saat ini belum mengetahui kekurangan berkas perkara sehingga berkas dinyatakan jaksa Kejati Sumsel P19.

“Sekarang kita belum tahu apa masalahnya dan apa kekurangan dari berkas perkara tersebut hingga P19. Tapi yang jelas, jika jaksa telah menyatakan berkas perkara P19, artinya ada yang kurang maka berkas perkara kita lengkapi lagi,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, jaksa Kejati Sumsel telah menerbitkan P19 terhadap berkas perkara ‘JA’ yang merupakan tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) alias kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

“Berkas perkara ‘JA’ dinyatakan P19 setelah jaksa melakukan pemeriksaan dan penelitian kelengkapan berkas seusai berkas perkara dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel. Setelah melalui proses penelitian dan pemeriksaan, hasilnya jaksa Kejati Sumsel berpendapat adanya beberapa hal yang harus dilengkapi penyidik Polda Sumsel. Karena itulah, jaksa menerbitkan P19. Dalam P19 ini, jaksa Kejati Sumsel juga memberikan petunjuk kepada penyidik Polda Sumsel agar dapat melengkapi berkas perkara ‘JA’,” ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu, baru-baru ini.

Baca Juga :   Aniaya Tetangga, Warga Kertapati dan Kalidoni Diringkus

Ditanya apa yang membuat berkas perkara ‘JA’ dinilai kurang lengkap oleh jaksa? Hotma tak bisa mengungkapkan secara detail, karena menurutnya, hal tersebut sudah menjadi teknis dalam pemeriksaan berkas perkara yang dilakukan jaksa.

“Kalau untuk sebab kurang lengkapnya berkas perkara, itu terlalu teknis. Jadi tidak bisa diinformasikan,” tutup Hotma.

Diketahui, dalam dugaan kasus proyek pengadaan lahan TPU ini menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Adapun modus yang digunakan para tersangka diduga melakukan mark-up atau pengelembungan anggaran sehingga berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Dugaan kasus ini terjadi ketika ‘JA’ yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati OKU masih menjabat sebagai Ketua DPRD OKU. Bahkan sebelum ‘JA’ ditetapkan sebagai tersangka, Polda Sumsel juga telah menetapkan empat tersangka. Mereka yakni, Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan).

Baca Juga :   17 Orang Pengguna Narkoba Terjaring Razia BNN

Keempat tersangka tersebut pada Selasa 12 April 2016 lalu telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel, dan kini keempatnya sudah menjadi terpidana usai divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang.

Sebelumnya, Jumat 9 September 2016, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo telah menetapkan ‘JA’ sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap ‘JA’ berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polda Sumsel bersama penyidik Mabes Polri, di Mabes Polri.

“Dari hasil gelar perkara di Mabes Polri untuk status ‘JA’ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena unsur-unsur pidananya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Kapolda saat itu.

Bahkan dalam dugaan kasus ini ‘JA’ sudah diperiksa sebagai saksi selama dua hari berturut-turut di Polda Sumsel yakni, Kamis 25 Agustus 2016 dan Jumat 26 Agustus 2016. Kemudian setelah ditetapkan sebagai tersangka, selama dua hari berturut-turut yakni, Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016 ‘JA’ juga telah menjalani pemeriksaan penyidik dengan status tersangkanya.

Usai menjalani pemeriksaan, saat itu ‘JA’ mengungkapkan, jika dirinya akan mematuhi prosedur hukum terkait dugaan kasus yang kini menjeratnya.

“Saya mematuhi prosedur hukum dan saya sudah dimintai keterangan, serta saya sudah berikan keterangan itu kepada penyidik,” ujar ‘JA’ waktu itu. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Begal Sadis Ditembak Mati

Palembang, KoranSN Tahadi (19), warga Komplek Teratai Putih Kecamatan Sukarami yang merupakan begal sadis di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!