Polda Sumsel Ancam Hukuman Berat Untuk Palaku Pembakar Hutan dan Lahan di Masa Pandemi Corona

Satgas Karhutla memadamkan api di lahan yang terbakar. (foto-dok/bpbd ogan ilir)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel mengancam memberikan hukuman pidana yang berat, kepada para pelaku yang terbukti membakar hutan dan lahan di masa pandemi Covid-19 atau virus corona saat ini.

Demikian ditegaskan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Achmad Gustih, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah terjadi di Sumsel. Sebab berdasarkan data pihaknya, selama bulan Juni 2020 di Sumsel terdapat 126 titik hot spot yang terpantau dari satelit dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

“Setelah dicek, 42 dari 126 titik hot spot tersebut merupakan Karhutla. Sedangkan titik hot spot sisanya bukan Karhutla, melainkan cerobong asap dari pabrik dan pembakaran sampah. Jadi, di Sumsel saat ini sudah terjadi Karhutla. Oleh karena itu kami ingatkan kepada masyarakat jika ada pelaku yang terbukti membakar hutan dan lahan di masa pandemi Covid-19, maka hukuman yang dijatuhkan akan berat,” tegasnya.

Baca Juga :   Bawa Kabur Mobil dan Motor Pasutri Diringkus

Diungkapkannya, adapun ancaman hukuman pidana untuk para pelaku yang terbukti membakar hutan dan lahan, yakni Pasal 98 dan Pasal 99 Undang-Undang Lingkungan Hidup yang ancaman maksimalnya 10 tahun penjara serta denda Rp 3 miliar.

“Terkait pemantauan Karhutla di Sumsel ini, kami sudah bergerak sejak Maret 2020. Dan kini kami masih melakukan penyelidikan untuk ungkap kasus Karhutla yang terjadi,” jelasnya.

Masih dikatakannya, jika dalam penegakan hukum Karhutla tindakan tegas bukan hanya dilakukan kepada pelaku perorangan saja, namun pelaku dari pihak perusahaan yang terbukti membakar lahan dan hutan juga akan diproses hukum yang sama.

“Dalam undang-undang kan jelas diatur jika pihak perusahaan yang lalai dapat dijatuhkan hukuman pidana. Bahkan pimpinan atau pemilik perusahaan yang terbukti memerintahkan pegawainya membuka lahan dengan cara membakar hukumannya lebih berat, yakni ditambah 1/3 dari hukuman pidana sesuai pasal yang disangkakan,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkannya, dalam mengantisipasi Karhutla di Sumsel pihaknya berharap pemerintah juga memperhatikan kelompok masyarakat
penduli api (MPA) dan para relawan Karhutla dengan menyediakan anggaran untuk mereka.

Baca Juga :   Bupati Ahmad Yani Tersangka OTT Suap Segera Disidangkan

“Hal ini penting untuk pencegahan Karhutla. Sebab, MPA dan relawan ini merupakan warga setempat yang tentunya tahu dengan lokasi di daerah tersebut. Selain itu, mereka ini juga dapat dengan cepat mengetahui jika adanya kebakaran hutan dan lahan,” harapnya.

Dilanjutkannya, sejumlah langkah juga telah dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi Karhutla di Sumsel, diantaranya berkoordinasi dengan pemerintah, membuat Posko Karhutla, melakukan anev ferivikasi hot spot, memetakan daerah rawan Kahutla dan metigasi.

“Kemudian kita juga memasang sepanduk maklumat Kapolda Sumsel tentang himbauan melarang membakar hutan dan lahan,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

5 Pasangan Mesum Terjaring Razia Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Polsek Kemuning Palembang, Sabtu malam (26/9/2020) melakukan razia yustisi/Gakkum (penegakkan hukum) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.