Home / Headline / Polda Sumsel Bongkar Kasus Penjualan Satwa Lindung di Pasar Burung 17 Ilir, 8 Ekor Kukang Disita

Polda Sumsel Bongkar Kasus Penjualan Satwa Lindung di Pasar Burung 17 Ilir, 8 Ekor Kukang Disita

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi dan Direskrimsus saat menggelar ungkap kasus. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Unit I Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel membongkar kasus penjualan Hewan Kukang (Nycticebus Coucang), yang merupakan satwa lindung di Pasar Burung Jalan Beringin Janggut Kelurahan 17 Ilir Kecamatan IT I Palembang.

Dalam kasus ini penjual Hewan Kukang, yakni tersangka Santi (39), warga Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu I Palembang diringkus polisi. Dari penangkapan tersangka diamankan barang bukti delapan ekor Hewan Kukang yang hendak dijual oleh tersangka.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Zulkarnain, Selasa (23/4/2019) mengatakan, penangkapan tersangka bermula saat polisi mendapatkan informasi dari masyarakat jika di kawasan Pasar Burung 17 Ilir Palembang ada aktivitas penjualan hewan yang dilindungi. Menindaklanjuti informasi tersebut lalu polisi melakukan penyelidikan, hingga akhirnya dilakukan penyergapan dan penangkapan tersangka.

“Tersangka ini kami tangkap, Senin kemarin (22/4/2019) pukul 10.30 WIB saat tersangka sedang memajang Hewan Kukang yang akan dijual tersangka di Pasar Burung. Dari penangkapan tersangka diamankan barang bukti delapan ekor Hewan Kukang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Cipto Dibekuk Usai Bacok Korbannya dengan Samurai

Masih dikatakan Kabid Humas, adapun modus tersangka yakni mengumpulkan Hewan Kukang tersebut dengan cara membeli dari masyarakat untuk dijualkan kembali.

“Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mengaku membeli satu ekor Hewan Kukang tersebut seharga Rp 100 ribu dan hendak dijualkan seharga Rp 150 ribu. Dengan tertangkapnya tersangka kini kami masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap dari siapa tersangka mendapatkan Hewan Kukang ini,” ujarnya.

Dilanjutkannya, dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 40 Ayat (2) JO Pasal 21 Ayat (2) Huruf A UU RI No. 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

Tampak tersangka dan barang bukti hewan kukang saat diamankan di Polda Sumsel.

“Untuk tersangka tidak kami tahan, dengan pertimbangan tersangka merupakan seorang ibu memiliki anak kecil yang masih menyusui, walau demikian proses hukum tersangka tetap kami lakukan sampai ke persidangan nanti. Jadi, ditahap penyidikan ini tersangka diharuskan wajib lapor,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Kabid Humas, sedangkan untuk barang bukti delapan ekor Hewan Kukang akan diserahkan Polda Sumsel ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Jadi barang bukti Hewan Kukang ini akan kami titipkan ke BSKDA,” tandas Kabid Humas.
Sementara tersangka Santi mengatakan, jika dirinya baru pertama kali ini menjual Hewan Kukang tersebut.

Baca Juga :   Kepala Chika Diduga Dihantam Tabung Gas LPG 3 Kg di Dalam Salon Kiki

“Selama ini saya hanya menjual jangkrik di Pasar Burung, kalau menjual Hewan Kukang baru kali inilah, itupun baru satu hari saya menjualnya dan langsung ditangkap polisi,” katanya.

Diungkapkan tersangka, dirinya mendapatkan delapan ekor Hewan Kukang dengan cara membelinya dari seseorang yang tidak dikenalnya.

“Orang itu datang saat saya sedang berjualan jangkrik di Pasar Burung, kemudian orang tersebut menawarkan agar saya membeli Hewan Kukang yang dibawa olehnya, hingga saya membelinya seharga Rp 100 ribu perekornya. Dan rencanannya Hewan Kukang tersebut mau saya jual kembali dengan harga Rp 150 ribu perekornya,” jelasnya.

Lanjut tersangka, sejak awal ia sudah mengetahui kalau Hewan Kukang merupakan satwa dilindungi, namun dirinya tetap nekad membeli lalu menjualkan kembali hewan tersebut lantaran tergiur akan keuntungan jika Hewan Kukang itu laku terjual.

“Saya melakukan ini karena butuh uang untuk kebutuhan keluarga, sebab saya memiliki empat anak, sementara suami hanya bekerja sebagai buruh lepas. Dari itulah saya nekad menjual Hewan Kukang tersebut. Namun dengan tertangkapnya saya saat ini, saya menyesal dan kedepan saya tobat untuk menjual hewan yang dilindungi,” pungkasnya. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sehari Dua Kali ‘Si Jago Merah’ Mengamuk di Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Satu unit rumah warga di RT 03 Kelurahan Perumnas Kecamatan Lubuklinggau Selatan I …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.